Tips Mencuci Ban Mobil Anda

Rem cakram pada ke empat roda memang terbukti berhasil meningkatkan keamanan mobil. Namun di sisi lain, rem pakem ini memproduksi lapisan yang korosif, tidak tampak, dan susah dihilangkan pada alloy wheel mobil.

Penyebabnya debu akibat gesekan rotor/cakram dengan brake pad. Ketika mengerem, compound brake pad yang lebih lunak terlepas dan berakhir sebagai lapisan tipis pada permukaan wheel. Debu itu terdiri serat-serat karbon, metal filing, dan perekat polymer.

Sisa perekat ini menempel disekujur wheel. Sisa perekat ini kemudian berubah jadi asam dan menggores permukaan wheel. Ini menimbulkan kerusakan serius pada wheel, dan bukan sekedar persoalan penampilan/kosmetik saja.

Metal filing juga bisa jadi masalah. Selama pengereman, metal filing membara dan saat terlepas dan ketika mendarat cenderung membakar permukaan wheel hingga membuat lobang mikro. Perekat polimer juga bisa mengalami re-polimerisasi membentuk gumpalan-gumpalan kecil menempel di permukaan.

Ada tiga cara untuk mengontrol debu ini. Pertama, membersihkan wheel secara berkala dan terus menerus. Kedua, memasang brake dust shield dan ketiga mengganti brake pad.

Ada beberapa cara membersihkan wheel. Mulai cuci dengan shampoo mobil biasa, kalau tidak berhasil bisa dicoba dengan pembersih wheel khusus seperti P21S atau Sonax yang banyak direkomendasikan produsen mobil.

Hati-hati bila memilih pembersih wheel. Karena ada yang mengadung asam yang justru merusak permukaan wheel. P21S dan Sonak mempunyai pH netral, mungkin kalah garang dibandingkan merk lain, tapi pasti tidak merusak permukaan.

Kebanyakan pembersih wheel berkerja efektif pada kondisi wheel kering. Semprotkan pembersih pada seluruh bagian wheel dan usap dengan lap lembut. Diamkan beberapa menit. Gosok lagi dengan lembut seluruh bagian. Beberapa bagian mungkin perlu digosok berulang-ulang. Pastikan dilakukan dengan lembut bila tidak ingin permukaan tergores. Bila kotorannya mulai lepas, bilas dengan air dan keringkan.

Bila ada bagian yang kotorannya masih bandel, bisa digunakan larutan lebih kuat. Gunakan hanya pada lokasi si bandel saja. Sebelum menggunakannya, tes dulu dibagian wheel yang tersembunyi untuk memastikan tidak ada efek buruk. Bila kotoran lepas, siram dengan air.

Setelah dicuci, lapisi dengan wax, yang berfungsi sebagai pelindung garis depan terhadap serbuan brake dust.

Cara kedua, adalah memasang pelindung dari bahan aluminum alloy. Ada banyak model dan ukuran untuk aneka jenis mobil. Pelindung ini dirancang agar angin tetap dapat leluasa mendinginkan rem. Ini cara yang efektif untuk menghindari dust brake.

Pelindung ini mudah memasangnya, cukup lepas ban, pasang pelindung dan pasang ban lagi. Bila ingin memasang, ada baiknya konsultasi dengan dealer, apakah akan mempengaruhi garansi mobil anda.Pelindung ini juga mungkin tidak cocok untuk mereka yang ingin menampilkan caliper indahnya.

Alternatif ketiga adalah mengganti brake pad. Bisa dari Kevlar atau Carbon Kevlar yang bisa mengurangi debu dan memperbaiki pengereman dan tidak berdecit. Bisa juga mengganti dengan brake pad keras, dimana kandungan logam lebih tinggi dan lebih sedikit karbon.

sumber : T.O.C.

Sulit Masuk Gigi Mundur

Berikut sekelumit info untuk pengendara mobil dengan transmisi manual. Terutama, bagi mereka yang pernah mengalami kesulitan saat hendak mundur. Pada saat pengemudi menginjak kopling, lalu memasukkan gigi ke posisi mundur, tuas terasa keras dan tidak bisa masuk. Akibat kesulitan itu, tentu saja, mobil tidak bisa digerakkan ke belakang.

`Tak perlu panik,` kata Suwarno, Technical and Training Staff Emergency Roadside Assistance (ERA) AstraWorld. `Cukup dengan melepas kembali injakan di pedal kopling,` katanya. Selanjutnya, menurut Suwarno, barulah kembali ke langkah seperti biasa, yaitu injak pedal kopling, dan geser tuas transmisi ke posisi mundur.

Bila berada di tempat padat kendaraan, susah masuk gigi mundur memang bisa membuat panik. Apalagi kalau ditambah dengan adanya pengendara lain yang tidak sabar dan menekan klakson sekeras-kerasnya.

Sebetulnya, masalah di atas muncul karena kondisi konstruksi gigi mundur itu sendiri. Berbeda dengan konstruksi gigi maju, gigi mundur sangat mungkin mengalami sulit masuk karena komponen gigi mundur disusun dengan konstruksi sejajar. Akibatnya, untuk bisa masuk, mata gigi pemutar dan alur gigi yang akan diputar harus berada pada posisi yang pas betul.

Pada gigi-gigi maju (1,2,3,4,5), pemindahannya menggunakan mekanisme yang disebut dengan syncromesh. Yaitu, sistem untuk menyamakan putaran antara gigi pemutar dan gigi yang akan diputar. Selain itu, bentuk giginya pun miring (seperti gigi nanas) yang selalu berkaitan antara gigi pemutar dan gigi yang diputar. Sistem syncromesh inilah yang akan membuat proses perpindahan gigi berjalan dengan mudah.

Sementara gigi mundur (R), mekanisme pemindahannya menggunakan gigi yang sejajar atau lurus (sliding). Tuas pemindah persneling baru akan masuk bila mata gigi pemutar dan alur gigi yang akan diputar cocok (ketemu). Bila tidak ketemu, muncullah masalah tadi: keras saat hendak dimasukkan ke posisi mundur.

Jadi, masuk atau tidaknya akan tergantung pas atau tidaknya posisi mata gigi pemutar dan alur gigi yang akan diputar. Dengan melepas kembali injakan di pedal kopling, maka gigi pemutar akan berputar, sehingga posisi mata gigi pemutar akan ketemu dengan alur gigi yang diputar. Saat itulah memasukkan gigi ke posisi mundur menjadi mudah.

Pada saat kopling diinjak, hubungan putaran mesin ke output persneling terputus. Artinya, tenaga dari mesin tidak diteruskan ke penggerak roda. Pemutusan tadi memang ditujukan untuk mempermudah permindahan gigi dari seluruh kecepatan.

Secara teknis konstruksi gigi mundur memang dibuat berbeda dengan gigi maju. Tujuannya, demi keamanan berkendara. Gigi mundur menggunakan roda gigi yang lurus (sliding) agar pada saat mobil tengah melaju ke depan, dan tiba-tiba pengendara salah memindahkan gigi ke posisi mundur, mobil tidak langsung bergerak ke belakang. Sebab, dengan sendirinya perpindahan itu akan tertahan.

Sekali lagi, jika menghadapi kondisi susah memasukkan gigi mundur:
• Jangan Anda paksa. Percuma, usaha Anda akan sia-sia.
• Lepas injakan pedal kopling, kemudian injak kembali pedal kopling.
• Setelah itu, baru masukkan gigi ke posisi mundur (R).

Idealnya tuas transmisi mudah untuk dipindah posisi. Jika terasa keras barangkali gaya berkendara Anda kurang tepat.
Coba atasi dengan langkah-langkah berikut:

- angkat dulu pedal kopling, kemudian injak kembali, baru masukkan gigi ke posisi mundur.
Mestinya, tuas transmisi langsung masuk di posisi mundur. Mobil pun dapat digerakkan ke belakang. Beberapa pengendara sudah membuktikan keampuhan solusi dalam mengatasi masalah yang biasa muncul saat hendak parkir ini.
Langkah lain untuk mengatasi masalah serupa adalah:
- masukkan terlebih dahulu ke gigi 1, baru kemudian geser transmisi ke posisi mundur.
Hasilnya sama. Tuas transmisi akan mudah masuk ke posisi mundur.
Alasan teknis di balik solusi ini hampir mirip dengan langkah pertama. Saat hendak hendak mundur sangat mungkin kita mengalami masalah seperti di atas karena komponen gigi mundur disusun dengan konstruksi sejajar (sliding).
Untuk bisa masuk, mata gigi pemutar dan alur gigi yang akan diputar harus berada pada posisi yang sangat pas. Sedikit saja meleset, tuas akan terasa keras. Seolah ada sesuatu yang mengganjal.
Memang, tuas yang terasa keras itu berarti ada sesuatu yang mengganjal. Ganjalan itu akan hilang setelah tuas transmisi kita posisikan ke gigi 1 terlebih dahulu. Ini ada kaitannya dengan konstruksi gigi maju yang menggunakan sistem syncromesh.
Pada saat gigi di posisi 1, maka syncromesh menyamakan gigi pemutar dengan gigi yang akan diputar.
Pergeseran pada konstruksi gigi maju tersebut dapat mengakibatkan pergeseran pula di konstruksi gigi mundur. Implikasi selanjutnya, kemungkinan besar akan terjadi kesesuaian antara mata gigi pemutar dan alur gigi yang akan diputar.
Kesesuaian itulah yang kemudian memudahkan kita dalam menggeser tuas transmisi ke posisi mundur.
Seandainya masih terasa keras juga, artinya pergeseran tersebut belum sampai pada titik yang pas.
Ulangi lagi langkah serupa: masukkan ke gigi 1, baru kemudian geser tuas transmisi ke posisi mundur

Atasi AC Mati dengan Cairan Shampoo

Ini memang bukan tips tentang mengatasi kabin mobil yang panas ketika AC (air conditioned) tidak berfungsi dengan baik. Lebih penting lagi, isinya sangat berkaitan erat dengan situasi AC mati dan kenyamanan serta keamanan berkendara, terutama ketika kita tengah berkendara di saat turun hujan. Sebab, jika AC mobil mati ketika kita tengah berkendara di bawah guyuran hujan, biasanya kita akan terganggu oleh kemunculan embun di kaca-kaca. Sudah pasti, situasi ini sangat berbahaya karena pandangan kita menjadi tidak maksimal.

Di sinilah arti penting cairan shampoo. Kemunculan embun pada kaca-kaca mobil dapat kita cegah cukup dengan shampo rambut. Caranya mudah. Siapkan lap atau kain yang bersih. Kemudian tuangkan sedikit shampoo jenis apa saja ke kain atau lap tersebut, lalu olesi secara merata dan tipis saja ke kaca depan serta area-area yang kita gunakan untuk memantau kondisi jalan. Embun tak akan muncul karena cairan shampoo mengandung unsur kimia yang dapat menghalau uap air.

Jangan lupa untuk segera membersihkan kaca-kaca kembali. Jika tidak, kaca yang telah kita beri shampo ini mengundang debu untuk menempel dan menumpuk. Lama kelamaan akan membuat kaca-kaca mobil kusam, bahkan berjamur.

Sebenarnya, embun-embun yang muncul di kaca pada saat turun hujan karena terjadi perbedaan temperatur antara di dalam kabin mobil dan di luar. Karena AC mati sementara hujan tengah mengguyur, berarti temperatur di dalam kabin lebih panas ketimbang di luar. Itu sebabnya, maka muncul embun di sisi dalam kaca-kaca.

Ada juga kasus munculnya embun pada sisi luar kaca. Hal ini terjadi jika temperatur di luar justru lebih tinggi dari pada di dalam. Berbeda dengan kasus di atas, kemunculan embun-embun seperti ini justru terjadi pada saat AC berfungsi normal. Biasanya, temperatur AC terlalu rendah sehingga suhu kabin jauh lebih dingin dibandingkan temperatur di luar. Solusinya, cukup dengan menaikkan temperatur AC.

Beberapa Penyebab Mobil Susah Di Starter



Memang sebuah hal yang sangat menyebalkan dan membuat pusing kepala ketika tiba-tiba mobil mogok dan susah di starter, padahal sebelumnya lancar-lancar saja saat mesin di starter dan tidak menunjukkan gejala yang aneh pada mobil. Ini sebenarnya bukan sebuah hal yang aneh, karena memang kelistrikan mobil dapat mengalami masalah secara tiba-tiba tanpa sebelumnya disertai dengan tanda-tanda akan mengalami kerusakan. Terlebih jika pemilik mobil tidak rajin merawat kondisi mobil..ya wajar saja bila tiba-tiba mobilnya mogok ditengah jalan.

Jika timbul pertanyaan, kenapa tiba-tiba mobil saya bisa sulit di starter ya?.., sebenarnya banyak faktor yang bisa menyebabkan hal itu terjadi, bisa karena faktor kerusakan dari sistem kelistrikan ataupun dari kerusakan komponen mesin yang sifatnya sangat kompleks. Mungkin juga SO mania pernah mengalami hal seperti ini, jadi disini SO akan membantu menjabarkan apa saja yang sebenarnya bisa membuat mobil mengalami hal seperti itu.

Kelistrikan
Untuk yang disebabkan karena adanya kerusakan pada sistem kelistrikan, dapat terdeteksi jika saat distarter tidak menunjukkan adanya arus listrik tersambung atau mengalir yang bisa terdengar dari bunyi starter dari dinamo, seperti terdengar suara dinamo starter lemah dan mengayun atau bahkan tidak ada respon suara dinamo sama sekali, namun biasanya bila mobil didorong, mesin masih dapat menyala. Akan tetapi perlu diingat juga tidak semua mobil diperbolehkan untuk didorong untuk mengatasi mogok.

Untuk masalah kelistrikan umumnya bisa dilihat atau di cek pada beberapa bagian, yaitu bagian :
Aki (Accu) : Karena merupakan sumber dari kelistrikan pada mobil yang sangat mempunyai pengaruh besar terhadap suplai arus listrik, bagian ini yang harus pertama kali di cek kondisinya jika mobil menunjukkan ada masalah suplai arus listrik. Kalau aki (accu) mobil sudah terlihat kurang cairan dan umur aki sudah lebih dari 2 tahun juga bisa menyebabkan aki tekor dan tidak kuat mengalirkan arus untuk starter mesin mobil. Periksa juga kabel kutub pada aki, jika kotor karena kerak ataupun jamur dan soket kepala aki kendor bisa membuat aliran listrik mobil terganggu.
Kabel Sikring Utama : Tentunya kerusakan bagian ini sangat berkaitan terhadap masalah starter mobil. Cek kondisi kabel sikring utama pada mobil yang terletak dekat accu pada kutub positifnya, jika putus ganti sikring dengan yang baru.
Socket dan Kunci Kontak : Kendornya socket yang menyambungkan kunci kontak bisa menjadi biang keladi mobil tidak bisa menyala, tandanya adalah jika kunci kontak diputar namun tidak terdengar adanya dynamo starter yang bergerak, cek terlebih dahulu socket kunci kontak sebelum melihat kondisi aki. Rusaknya kunci kontak juga bisa menyebabkan mobil tidak bisa di starter.
Dynamo Starter : Bila dynamo starter rusak biasanya saat kunci kontak diputar hanya terdengar bunyi ck..ck. Segera perbaiki atau diganti dengan yang baru. Kerusakan juga bisa terjadi pada gear dinamo starter yang rusak, tandanya jika terdengar suara dinamo berfungsi namun hanya terdengar lepas / los sehingga tidak dapat menghidupkan putaran mesin.
Alternator/Dynamo Ampere : Pengisian alternator yang sudah kurang baik juga dapat menjadi salah satu penyebab mobil jadi susah di starter, karena dapat menyebabkan aki cepat drop atau tekor. Terlebih buat yang banyak memakai aksesoris elektronik / audio yang sangat banyak memakan arus, kelayakan kerja alternator harus diperhatikan, jika memang tidak sesuai lagi segera ganti dengan yang berdaya lebih besar.
Cek Kondisi dan Jalur Kabel-Kabel : Keadaan atau kondisi kabel elektrikal pada mobil yang sudah mengeras memperbesar kemungkinan kabel ataupun serat kabel didalamnya mudah putus sehingga dapat menjadi penyebabnya mobil tidak bisa menyala. Membenahi jalur kabel-kabel pada mobil, terutama untuk mobil lawas yang kelistrikannya sering bermasalah dan sudah lebih dari 10 tahun sangat disarankan. Serahkan pengerjaan pada bengkel yang ahli dalam membenahi perkabelan / urut kabel.

Mesin
Sedangkan bila disebabkan oleh kerusakan pada salah satu komponen pada mesin, biasanya ditandai dengan starter dan arus kelistrikan yang sangat baik namun tetap tidak mampu menyalakan mesin, dan biasanya bila mobil didorong tetap saja mesin tidak dapat menyala.

Jika mengalami masalah susah starter mobil karena ada kerusakan bagian mesin, ini bisa disebabkan adanya kerusakan pada beberapa bagian mesin, yaitu :
Platina : Untuk mobil yang masih menggunakan platina, kerusakan atau setelan platina yang tidak tepat akan menyebabkan mobil susah menyala saat di starter.
Karburator : Jika mobil masih menggunakan karburator untuk menyuplai bensin ke ruang pembakaran, karburator yang kotor dan setingan angin yang tidak tepat akan membuat mobil mesin mobil sulit menyala. Karena ini akan membuat pembakaran tidak berjalan baik.
Pompa Bensin : Tidak berfungsinya pompa bensin sudah pasti akan menyebabkan mobil mogok dan mesin tidak dapat dihidupkan karena aliran bensin ke karburator tidak berjalan.
Busi, Kabel Busi, Koil : Ketiga komponen ini berhubungan dengan pengapian pada mesin, jadi jika salah satu diantaranya mengalami kerusakan maka dapat dipastikan mesin akan sulit dinyalakan atau bahkan sama sekali tidak dapat menyala.
Bushing CDI : Bushing CDI adalah dudukan pulser atau magnet CDI. Kerusakan pada bagian ini juga salah satu penyebab susah starter, karena bila goyang dapat merubah posisi pulser yang berpengaruh pada timing pengapian dan putaran mesin dan memang harus dicek oleh bengkel yang ahli, karena jika tidak maka bisa-bisa salah mendeteksi sehingga yang dibilang rusak adalah CDI-nya itu sendiri.
CDI : CDI yang sudah mulai melemah komponennya pasti akan menyebabkan mobil tidak bisa di starter, karena tugasnya dalam mengatur pengapian dengan putaran mesin dapat terganggu. Faktor usia pemakaian juga bisa menjadi penyebab rusaknya CDI.
Sebenarnya diluar dari yang disebutkan dalam artikel ini, masih banyak faktor lainnya yang menyebabkan mobil mogok dan susah untuk di starter kembali. Untuk meminimalkan resiko mobil mogok sebenarnya bisa dilakukan dengan rajin melakukan perawatan berkala / tune up secara menyeluruh ke bengkel resmi dan memiliki kredibilitas baik.

(situsotomotif)

Memperbaiki Efisiensi Volumetrik Di Suzuki Karimun

Ada banyak cara untuk meningkatkan performa kendaraan kita, tapi salah satu cara yang paling sering dipakai untuk meningkatkan performa kendaraan adalah dengan melakukan Porting n Polish (PnP). Dengan melakukan PnP, tenaga dari mesin mobil dapat meningkat tanpa harus ditambahkan perangkat racing seperti turbo ataupun supercharger, biasanya bermain PnP dapat disebut juga mesin N/A (Naturally / Aspirated).
Porting adalah membentuk kembali lubang intake dan exhaust cylinder head agar volume udara dan bahan bakar yang masuk jadi bertambah besar dan lebih bebas hambatan. Sedangkan polishing adalah menghaluskan bagian-bagian yang sudah diporting dan bagian lain dari mesin agar hisapan udara dan BBM yang masuk jadi semakin lancar.

Performa Mesin Meningkat
PnP sendiri adalah suatu pekerjaan tangan dengan menggunakan alat khusus (Porting Polish Kits) yang tujuan utamanya adalah memperbaiki efisiensi volumetric suatu mesin untuk mendapatkan performa mesin yang maksimal dan efisien. Biasanya mesin dari pabrik efisiensi volumetricnya hanya dalam kisaran 70%, tapi dengan PnP efisiensi volumetricnya bisa ditingkatkan menjadi kurang lebih 80-85%.

“Bagian-bagian mesin yang dapat di PnP adalah exhaust cylinder head dan intake manifold. Untuk menghilangkan bekas paking dan juga baret-baret yang ada pada Cylinder head maka permukaan bawah head dihaluskan dengan dipapas. Besarnya diameter Cylinder head yang dipapas tergantung dari kondisi dari Cylinder head itu sendiri, karena semakin banyak yang dipapas akan membuat Cylinder head menjadi makin tipis. Lama waktu pengerjaan lumayan lama bisa sampai 6-8 hari tergantung dari mesin mobil apa yang akan di PnP. Begitu juga dengan biaya pengerjaannya, tergantung juga dari jenis mesin mobilnya juga." ujar Togi, mekanik dari GE Racing.

Jika PnP dilakukan secara presisi atau pengukuran yang benar, efeknya adalah tarikan mesin menjadi lebih enteng, nafas mesin lebih panjang, akselerasi lebih spontan dan konsumsi bahan bakar juga jadi lebih efisien. Ini semua karena aliran bahan bakar dan udara jadi lebih lancar masuk ke ruang bakar, sehingga tenaga lebih besar dan pembakaran sempurna dan bila mobil dikendarai dengan normal bisa membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien.Tapi akibat dari PnP yang membuat tarikan mobil lebih enteng inilah, maka kebanyakan orang jadi lebih sering menekan pedal gas lebih dalam, yang membuat konsumsi bahan bakar mobil malah menjadi lebih boros.

http://www.situsotomotif.com/modifikasi-tuning/tips-tuning/tambah-tenaga-lewat-porting-and-polish

Porting Polish pada Suzuki Karimun sendiri punya beberapa tujuan, antara lain disamping untuk memperbaiki efisiensi volumetrik agar mesin bekerja lebih efisien dapat pula untuk menambah performa mesin secara signifikan dengan menambah beberapa item pekerjaan seperti pekerjaan 3 angle valve dan slip head yang besarnya tergantung keinginan pemilik

Di bawah ini contoh pekerjaan porting polish yang dilakukan pada mesin Suzuki Karimun F10A tanpa melalui pekerjaan 3 angle valve hanya penambahan pekerjaan slip head sebesar 0.4 mm

Kondisi mesin F10A sebelum proses Porting & Polish


Proses Pekerjaan Porting




Hasil pekerjaan Porting Polish


Untuk mengetahui pengertian, tujuan/manfaat dan testimoni pekerjaan Porting Polish, 3 angle valve job, slip head, dll bisa dilihat dan dicari di banyak artikel yang bertebaran di dunia maya


Jika teman2 pemilik Karimun ada yang berminat untuk melakukan pekerjaan tersebut, bisa saja saya bantu. Silahkan hubungi saya via e-mail ke unggul.pri@gmail.com atau bisa menghubungi saya disini facebook "NSS Bekasi"
Salam

Bila Mobil Terendam Banjir

Bila mobil anda terendam air akibat banjir atau terperosok dalam sungai sehingga air masuk kedalam mesin, kini ada solusi yang murah tanpa perlu membongkar mesin.

Untuk Mobil Bensin dan Diesel

Langkah 1 :Periksa filter udara apakah kondisinya basah atau kering, bila kering berarti air yang masuk kedalam mesin relatif lebih sedikit daripada bila basah.

Langkah 2: Lepaskan filter udara dan sarangannya dan keringkan dengan lap.

Langkah 3: Keringkan koil dan distributor serta kabel busi dari air

Langkah 4: Kuras oli mesin sampai habis dan lepaskan filter oli, bila ada air dalam oli yang dikuras dan pada filter oli yang dilepas ,berarti banyak air yang masuk kedalam mesin yang harus dikeluarkan. Selanjutnya tutup lubang filter oli dengan baut penutupnya dan seal kantong plastik agar tidak bocor atau rembes bila mesin diisi oli pelarut air yang sangat encer.

Langkah 5 :Tiup dengan angin melalui lubang pengisian oli agar semua oli dan air yang ada dapat keluar dari mesin.

Langkah 6 : Buka “rocker cover” mesin anda dan bersihkan dan keringkan air yang ada disitu.

Langkah 7 : Isi mesin dengan ” Oli spesial yang larut dengan air” yaitu Shell Dromus B , Esso Kutwell 30, 40,45 atau 50 , Mobilmet 122/110. atau TOTAL Lactuca LT2 Bila isi oli normal 3 liter anda harus mengisi oli pelarut sekitar 3,5 liter dengan cara menuang melalui klep atau camshaft mesin secara merata agar air yang terperangkap disana dapat larut oleh oli. Dan biarkan kondisi ini selama 2 jam , setelah itu gerakkan mesin agar berputar dengan cara sedikit didorong dalam kondisi masuk gigi 2 atau langsung
distart, tetapi kabel koilnya dilepas, agar mesin tidak hidup tetapi hanya berputar sedikit saja supaya air yang terperangkap disitu dapat keluar dan bercampur dengan oli pelarut..

Langkah 8: Kuras oli pelarut tersebut sampai habis dan perhatikan warnanya bila oli tersebut berwarna putih susu menandakan banyak air yang dilarutkannya, bila warnanya keruh berarti sedikit saja air yang
larut dan tunggu sekitar satu jam agar semua cairan oli pelarut terkuras habis.

Langkah 9
: Pasang filter oli yang baru dan Isi mesin dengan Pertamina Prina XP 20W50 Fastron 20W50 10W/40 dan Mesran Super untuk mesin bensin dan Pertamina Meditran SC 15W/40 , Meditran SX 15W40 atau Meditran S 40 untuk mesin diesel. Setelah isi oli cukup hidupkan mesin dan jalankan mesin ssekitar 1 jam agar mesin cukup panas. Setelah itu kuras kembali oli dari dalam mesin dan pastikan sudah tidak ada air dan buka filter oli dan periksa apa ada air disitu, bila masih ada air yang terlihat gantilah filter oli itu dengan yang baru, setelah ini barulah mesin bebas dari air yang masuk kedalam mesin.

Langkah 10 : Bila tangki bahan bakar kemasukan air, prinsipnya bahan bakar bensin dan solar mempunyai berat jenis lebih kecil dari air ,jadi bila air masuk maka bahan bakar ada diatas .kalau cukup banyak dapat dikeluarkan menggunakan slang kecil yang dimasukkan ketangki sampai kedasar dan disedot maka air akan keluar melalui selang kecil tersebut sampai habis. Bagi mesin bensin dapat mengeluarkan air yang tersisa dari saluran filter bensin sebelum masuk kepompa injektor hisaplah air dari situ sampai selesai , atau membuka baut untuk mengeluarkan bensin dari floater dikarburator alirkan sampai air habis. Bagi mesin diesel lakukan pemompaan melalui pompa tangan ditempat biasanya mengeluarkan busa dari tangki solar dan lakukan pemompaan sampai air habis

Langkah 11 : Isi mesin dengan oli pada langkah IX dan jalankanlah sebagaimana biasa.

Check kebocoran Radiator

Overheat karena masalah radiator sering dialami oleh rekan-rekan. Jika kebocoran bisa dideteksi secara visual/kasat mata akan lebih mudah mengetahui/mengatasinya, lain halnya jika terjadi kebocoran sangat halus pada radiator yg tidak mudah terlihat secara kasat mata.

Oleh karena itu jika air di reservoar radiator selalu berkurang dan tidak kelihatan jika terjadi kebocoran di radiator, sebaiknya segera ke bengkel untuk mengechecknya, karena jika dibiarkan berlarut-larut bisa dipastikan suatu saat kita mengalami overheat di jalan karena habisnya air radiator yg berfungsi sebagai pendingin mesin tersebut. Sebaiknya periksakan mobil rekan-rekan ke bengkel yg mempunyai alat untuk mendeteksi kebocoran halus pada radiator dan semua perangkat yang berhubungan dengan sirkulasi air pendingin tersebut, mis. : water pump, selang-selang, sedangkan penyebab lain kemungkinan ada kebocoran di water jacket sehinggar air bisa menerobos ke ruang bakar, dll.
Alat tersebut biasa disebut "Pressure Tester yang berbentuk seperti di di bawah ini :






Tekanan tutup radiator yg terdapat pada gambar diatas tertera 1.1 kg/cm2 tentunya setiap kendaraan kemungkinan mempunyai standard yg berbeda-beda, maka sebaiknya mengacu pada standard bawaan mobil masing-masing