Bila Mobil Terendam Banjir

Bila mobil anda terendam air akibat banjir atau terperosok dalam sungai sehingga air masuk kedalam mesin, kini ada solusi yang murah tanpa perlu membongkar mesin.

Untuk Mobil Bensin dan Diesel

Langkah 1 :Periksa filter udara apakah kondisinya basah atau kering, bila kering berarti air yang masuk kedalam mesin relatif lebih sedikit daripada bila basah.

Langkah 2: Lepaskan filter udara dan sarangannya dan keringkan dengan lap.

Langkah 3: Keringkan koil dan distributor serta kabel busi dari air

Langkah 4: Kuras oli mesin sampai habis dan lepaskan filter oli, bila ada air dalam oli yang dikuras dan pada filter oli yang dilepas ,berarti banyak air yang masuk kedalam mesin yang harus dikeluarkan. Selanjutnya tutup lubang filter oli dengan baut penutupnya dan seal kantong plastik agar tidak bocor atau rembes bila mesin diisi oli pelarut air yang sangat encer.

Langkah 5 :Tiup dengan angin melalui lubang pengisian oli agar semua oli dan air yang ada dapat keluar dari mesin.

Langkah 6 : Buka “rocker cover” mesin anda dan bersihkan dan keringkan air yang ada disitu.

Langkah 7 : Isi mesin dengan ” Oli spesial yang larut dengan air” yaitu Shell Dromus B , Esso Kutwell 30, 40,45 atau 50 , Mobilmet 122/110. atau TOTAL Lactuca LT2 Bila isi oli normal 3 liter anda harus mengisi oli pelarut sekitar 3,5 liter dengan cara menuang melalui klep atau camshaft mesin secara merata agar air yang terperangkap disana dapat larut oleh oli. Dan biarkan kondisi ini selama 2 jam , setelah itu gerakkan mesin agar berputar dengan cara sedikit didorong dalam kondisi masuk gigi 2 atau langsung
distart, tetapi kabel koilnya dilepas, agar mesin tidak hidup tetapi hanya berputar sedikit saja supaya air yang terperangkap disitu dapat keluar dan bercampur dengan oli pelarut..

Langkah 8: Kuras oli pelarut tersebut sampai habis dan perhatikan warnanya bila oli tersebut berwarna putih susu menandakan banyak air yang dilarutkannya, bila warnanya keruh berarti sedikit saja air yang
larut dan tunggu sekitar satu jam agar semua cairan oli pelarut terkuras habis.

Langkah 9
: Pasang filter oli yang baru dan Isi mesin dengan Pertamina Prina XP 20W50 Fastron 20W50 10W/40 dan Mesran Super untuk mesin bensin dan Pertamina Meditran SC 15W/40 , Meditran SX 15W40 atau Meditran S 40 untuk mesin diesel. Setelah isi oli cukup hidupkan mesin dan jalankan mesin ssekitar 1 jam agar mesin cukup panas. Setelah itu kuras kembali oli dari dalam mesin dan pastikan sudah tidak ada air dan buka filter oli dan periksa apa ada air disitu, bila masih ada air yang terlihat gantilah filter oli itu dengan yang baru, setelah ini barulah mesin bebas dari air yang masuk kedalam mesin.

Langkah 10 : Bila tangki bahan bakar kemasukan air, prinsipnya bahan bakar bensin dan solar mempunyai berat jenis lebih kecil dari air ,jadi bila air masuk maka bahan bakar ada diatas .kalau cukup banyak dapat dikeluarkan menggunakan slang kecil yang dimasukkan ketangki sampai kedasar dan disedot maka air akan keluar melalui selang kecil tersebut sampai habis. Bagi mesin bensin dapat mengeluarkan air yang tersisa dari saluran filter bensin sebelum masuk kepompa injektor hisaplah air dari situ sampai selesai , atau membuka baut untuk mengeluarkan bensin dari floater dikarburator alirkan sampai air habis. Bagi mesin diesel lakukan pemompaan melalui pompa tangan ditempat biasanya mengeluarkan busa dari tangki solar dan lakukan pemompaan sampai air habis

Langkah 11 : Isi mesin dengan oli pada langkah IX dan jalankanlah sebagaimana biasa.

Kopling Lengket Setelah Terendam Banjir

Jika mobil Anda sempat terendam air saat banjir tempo hari, coba ingat-ingat lagi kinerja mobil Anda. Apakah ada sesuatu yang aneh dengan kopling, misalnya. Apakah ada kesulitan ketika hendak memindahkan gigi transmisi saat mesin sedang berputar?

Susah mengoper gigi transmisi adalah kasus yang biasa terjadi pada kopling yang terkena rendaman air. Pemindahan gigi tersebut dapat dengan mudah dilakukan jika mesin mati. Kasus susah pindah gigi transmisi ini sering disebut dengan istilah “kopling lengket”.

Solusinya sangat sederhana. Pada beberapa kasus, kopling lengket dapat diatasi dengan memaksa mesin berputar pada posisi transmisi masuk dan pedal kopling ditekan. Teknisnya, saat mesin masih mati tekan kopling, lalu masukkan gigi transmisi. Kemudian putar kunci kontak ke posisi “START”. Memang, mobil akan terasa melompat sedikit. Jika lengketnya tidak terlalu kuat biasanya kesulitan mengoper gigi transmisi akan teratasi.

Jika langkah tersebut tidak berhasil (mobil melompat dan mesin langsung mati) atasi kasus di atas dengan memaksa mobil bergerak maju atau mundur dengan didorong saat posisi transmisi masuk dan pedal kopling ditekan. Lakukan cara ini tanpa menghidupkan mesin.

Seandainya langkah itu pun tidak berhasil juga, terpaksa kopling harus di-overhoul. Apabila kondisi kampas kopling masih tebal, plat kopling tersebut cukup dibersihkan saja (amplas). Tetapi jika sudah tampak cacat (terkoyak atau sudah tipis) sebaiknya ganti kampas kopling dengan yang baru. Akan lebih baik lagi bila plat penekannya (rumah matahari) juga diganti.

Pada prinsipnya, susah pindah gigi transmisi ini terjadi ketika pedal kopling tidak berfungsi dengan baik dalam melepas sementara atau membebaskan plat kopling dari fly wheel (roda gila). Dalam kasus “kopling lengket” tugas untuk melepas kedua komponen tersebut terhalang oleh permukaan plat kopling yang menempel fly wheel. Hal ini terjadi karena bahan permukaan plat kopling memang terbuat dari campuran asbes yang akan melunak jika terendam air.

Selain banjir, kopling lengket bisa juga diakibatkan oleh plat kopling yang tersiram bocoran air dari sistem pendingin. Yang pasti, pengaruh air ke plat kopling ini biasanya akan menyebabkan “kopling lengket” jika setelah terkena air mobil tidak digunakan dalam beberapa hari. (Source : AstraWorld)