Check kebocoran Radiator

Overheat karena masalah radiator sering dialami oleh rekan-rekan. Jika kebocoran bisa dideteksi secara visual/kasat mata akan lebih mudah mengetahui/mengatasinya, lain halnya jika terjadi kebocoran sangat halus pada radiator yg tidak mudah terlihat secara kasat mata.

Oleh karena itu jika air di reservoar radiator selalu berkurang dan tidak kelihatan jika terjadi kebocoran di radiator, sebaiknya segera ke bengkel untuk mengechecknya, karena jika dibiarkan berlarut-larut bisa dipastikan suatu saat kita mengalami overheat di jalan karena habisnya air radiator yg berfungsi sebagai pendingin mesin tersebut. Sebaiknya periksakan mobil rekan-rekan ke bengkel yg mempunyai alat untuk mendeteksi kebocoran halus pada radiator dan semua perangkat yang berhubungan dengan sirkulasi air pendingin tersebut, mis. : water pump, selang-selang, sedangkan penyebab lain kemungkinan ada kebocoran di water jacket sehinggar air bisa menerobos ke ruang bakar, dll.
Alat tersebut biasa disebut "Pressure Tester yang berbentuk seperti di di bawah ini :






Tekanan tutup radiator yg terdapat pada gambar diatas tertera 1.1 kg/cm2 tentunya setiap kendaraan kemungkinan mempunyai standard yg berbeda-beda, maka sebaiknya mengacu pada standard bawaan mobil masing-masing

Hati Hati Kotoran Masuk ke Fan Radiator

Sekali waktu sempatkan diri untuk memeriksa putaran fan radiator tanpa menghidupkan mesin. Gunakan jari tangan untuk memutar fan. Bila tampak tersendat, barangkali banyak kotoran di motor fan.

Kotoran, debu, dan karat memang sangat mungkin menempel di motor fan. Hal ini biasanya terjadi karena seal pada motor fan aus. Jika kotoran ini menumpuk, lama-lama akan mempercepat proses korosi. Korosi dan kotoran inilah yang membuat fan tersendat, bahkan macet.

Jangan terlalu menganggap remeh masalah kotoran atau karat fan dari kotoran. Implikasinya bisa mempengaruhi sistem pendinginan mesin. Jika fan tidak dapat berputar maka proses pendinginan air radiator terganggu. Ujung-ujungnya, panas mesin tidak segera dilepas sehingga temperatur mesin lama-lama naik dan terjadilah overheating.

Ada beberapa penyebab yang dapat memicu fan tidak dapat berputar dengan baik. Bisa saja fan tidak dapat berputar karena memang tidak ada tegangan arus listrik yang mengalir ke motor fan. Ini bisa kita ketahui saat mesin hidup. Kasus seperti ini biasanya dipicu oleh kerusakan akibat fuse (sekring) fan putus, kabel putus, atau relay putus.

Seperti disebutkan di atas, hal lain yang pada umumnya menyebabkan fan macet adalah kotoran atau karat. Meskipun masalah kotoran ini jarang terjadi, bila muncul pengaruhnya akan lebih parah. Jika tidak ada tegangan listrik, fan mungkin sekadar tidak berputar. Tapi jika macet karena kotoran, mungkin saja lama kelamaan kumparan pada motor fan terbakar karena tersengat hawa panas akibat putaran motor yang terhambat. (Source : AstraWorld)

Peranan Penting Radiator pada mobil

Radiator

Radiator dalam mesin pembakaran dalam berhubungan dengan water jacket yang ada di dalam blok mesin dan kepala silinder, water jacket sendiri berguna sebagai tempat mengalirnya cairan coolant, coolant bersirkulasi dengan cara di pompa oleh water pump. Fungsi dari coolant adalah untuk menyerap panas dari mesin agar suhu dalam mesin sesuai dengan suhu pembakaran yang diinginkan. Karena coolant bersirkulasi, coolant butuh didinginkan agar bisa menyerap kembali panas dari mesin, maka dibuatlah radiator. Radiator berfungsi sebagai penampung coolant dan juga berfungsi untuk mendinginkan coolant yang berasal dari blok mesin. Radiator terdiri dari dua tanki air yang terpisah kedua tanki tersebut dihubungkan oleh labirin angin dan saluran/ pipa air coolant.
Peranan dari radiator sangatlah penting, karena radiator menentukan temperatur mesin, dimana jika mesin tetap dingin, maka mesin akan sulit untuk melakukan pembakaran, dan kebalikannya apabila mesin terlalu panas maka bisa menyebabkan overheating, piston juga bisa mengalami pemuaian dan memperbesar gesekan dengan dinding silinder yang bisa menyebabkan goresan pada dinding silinder, jika itu terjadi maka diperlukan oversize terhadap silinder. Selain sebagai pengatur suhu pada mesin, radiator juga bisa digunakan untuk mendinginkan cairan freon yang ada pada Ac mobil. Ternyata radiator juga berguna bagi kenyamanan pengendara.Radiator hanya akan bekerja jika termostat membuka dan water pump mempompakan cairan. Termostat sendiri berfungsi apabila temperatur sudah panas, jadi pada saat mesin masih dingin, radiator tidak bekerja.

baca juga : penyebab mesin mobil mati

Semoga artikel tentang radiator ini bermanfaat. Mohon maaf jika artikelnya kurang lengkap.