Menghidupkan mesin dan Menjalankan mobil untuk pemula

Untuk para pemilik/pengguna yang memang baru memiliki dan baru belajar mengendarai Karimun :

Sebelum Menstarter, biasakan untuk :
1. Memastikanbahwa rem tangan dalam keadaan ditarik
2. Tuas transmisi pada posisi netral, tekan pedal kopling, kemudian start

Peringatan :

- Sebelum menghidupkan mesin, netralkan tuas transmisi dan tarik rem tangan
- Hentikan menstarter setelah mesin hidup jika tidak akan merusak sistem starter
- Jangan menstarter lebih dari 15 detik, tunggu beberapa saat untuk menstarter lagi

Menstarter Dalam Keadaan Mesin Dingin :


- Injak pedal gas beberapa kali sebelum menstarter
- Start mesin sambil menginjak pedal gas
- Jika mesin masih sulit hidup, tunggu beberapa saat lalu start kembali tanpa menginjak pedal gas
- Jika masih tetap sulit hidup, start mesin dengan menginjak pedal gas secara penuh

Menjalankan kendaraan :


Untuk memulia menjalankan kendaraan, tekan pedal kopling dan gerakkan tuas transmisi ke posisi gigi 1, setelah itu turunkan rem tangan

Selanjutnya lepaskan pedal kopling sedikit demi sedikit secara perlahan sambil menekan pedal gas, setelah kendaraan bergerak maju lepaskan segera pedal kopling

Pemindahan Gigi :

Semua gigi maju dilengkapi dengan synchronized sehingga memudahkan saat perpindahan gigi, tekanlah selalu pedal kopling sebelum memindahkan gigi

Kecepatan maksimum perpindahan gigi :
Gigi 1 : 45 km/jam
Gigi 2 : 85 km/jam
Gigi 3 : 130 km/jam
Gigi 4 : Kecepatan Maksimum

Peringatan/Perhatian :

Peringatan :


Pada kondisi jalan menurun, kurangi kecepatan dan pindahkan transmisi ke gigi yg lebih rendah
Pada kondisi jalan licin kurangi kecepatan sebelum memindahkan tuas transmisi ke gigi yang lebih rendah, bila kecepatan tidak dikurangi dapat menyebabkan kehilangan kontrol/kendali saat terjadi slip
Sebelum memindahkan tuas transmisi ke gigi mundur kendaraan harus benar-benar berhenti

Perhatian :

- Jangan meletakkan kaki pada pedal kopling saat kendaraan berjalan
- Jangan menggunakan kopling untuk menahan kendaraan pada kondisi menanjak (gunakan rem tangan)
- Tekan penuh pedal kopling saat memindahkan tuas transmisi

Hanya sekedar mengingatkan kembali pentingnya mempelajari manual book yg anda miliki

Cara Memilih Oli yang Cocok untuk Mobil Kita

Mengetahui cara memilih oli yang cocok dan bagus untuk mesin pada mobil merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui, bukan hanya mobil, mungkin untuk kendaraan bermotor lainnya juga. Mengapa? Sebab, pemilihan oli yang benar (cocok dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh mesin mobil) akan sangat berpengaruh terhadap performa mesin itu nantinya.
cara memilih oli mobil
gambar dari spesifikasidanharga.com

Nah, dengan atau tanpa kita sadari, saat ini sangat banyak sekali merk-merk oli mobil yang tersedia atau dijual di pasaran. Itu artinya, dengan semakin banyaknya merk-merk oli yang dijual tersebut, semakin banyak pula variasi dari spesifikasi oli yang ditawarkan.

Kondisi tersebut sedikit banyak memang membingungkan konsumen (kita)yang masih awam dalam memilih oli. Sehingga, tidak jarang orang yang ambil jalan pintas yakni dengan cara memilih oli yang harganya paling mahal. Sebab, mereka beranggapan bahwa oli yang termahal dianggap oli yang kualitasnya terbaik.

Padahal belum tentu juga oli yang harganya mahal cocok ketika digunakan untuk mobil kita. Nah, untuk mengetahui jenis oli yang cocok untuk mobil kita, Setidaknya ada 4 tips yang dapat dijadikan pertimbangan sebelum memutuskan untuk membelinya: 

1. Spesifikasi mesin mobil. Kita bisa mengetahui spesifikasi mesin mobil kita melalui buku manual. Di buku tersebut pasti menginformasikan mengenai teknologi mesin dan spesifikasi oli yang cocok. Tak peduli oli tersebut bermerk apa saja, asal spesifikasinya sesuai dengan yang dibutuhkan oleh mesin mobil kita, pasti akan cocok.

2. Harap perhatikan kode API (American Petroleum Institute). Untuk mobil dengan teknologi baru (mobil keluaran baru), API SM lebih cocok digunakan karena memberikan kontrol endapan temperatur tinggi yang baik.
Sedangkan untuk mobil keluaran lama (2004 ke bawah), sebaiknya menggunakan oli berkode SL. Dan mobil keluaran 2001 ke bawah cocok dengan oli berkode SJ.

3. Tingkat kekentalan oli. Mobil yang menggunakan mesin VVT, VVTi, dan sejenisnya, sebaiknya menggunakan oli dengan kekentalan 10/40 atau 5/30. Mobil tersebut kurang cocok dengan oli 20/50 atau oli yang lebih kental dari itu.

4. Untuk mobil dengan mesin berteknologi terbaru (turbo, supercharger, DOHC, dan lainnya), sangat disarankan untuk menggunakan oli synthetic. Mengapa? Sebab, oli synthetic memberi pelumasan lebih baik karena jenis oli ini dapat memasuki celah antar logam yang sempit sehingga melindungi lebih sempurna.

Cara Setting Sistem Pengapian Untuk Meningkatkan Akselerasi Mesin Mobil

Biasanya, akselerasi mesin pada sebuah mobil akan semakin turun dari tahun ke tahun seiring dengan bertambahnya usia mobil tersebut, tak terkecuali untuk akselerasi pada mesin mobil yang berbahan bakar bensin. Mungkin salah satu dari anda juga pernah merasakannya ketika mengendarai mobil-mobil keluaran lama.

Cara Setting Sistem Pengapian Untuk Meningkatkan Akselerasi Mesin Mobil

Tapi, anda tidak perlu khawatir akan hal itu, sebab masih ada cara untuk meningkatkan akselerasi mesin mobil anda (untuk mesin berbahan bakar bensin). Cara ini bisa dibillang cukup sederhana untuk dilakukan sendiri, tapi dengan syarat sistem pengapian pada mobil yang akan ditingkatkan akselerasinya tersebut masih cukup bagus, syukur-syukur kalau sistem pengapiannya sudah memakai sistem pengapian CDI. Mengapa? Sebab, sesuai dengan judul di atas, cara yang akan kita lakukan ini hanya akan berkutat pada sistem pengapian saja tanpa harus berubah atau mengatur karburator.

Berikut ini langkah-langkah yang harus anda lakukan untuk meningkatkan akselerasi mobil anda:

1. Hal pertama yang perlu anda lakukan adalah dengan memastikan jika vakum delco dan sentrifugal sistem pengapian pada mobil anda masih dapat bekerja dengan normal. Tapi, jika ketika anda cek dan ternyata keduanya sudah tidak bekerja dengan maksimal, sebaiknya anda service dulu supaya kinerjanya kembali normal.

2.  Lanjutkan dengan mengatur pengapiannya hingga batas maksimal sesuai dengan ketentuan pabrikan mobil tersebut.

3. Periksa kembali kinerja vacuum delco dan setrifugal advancenya dengan lampu timing. Untuk vakum delco, pada saat selang vakumnya dipasang dan skep gasnya agak dibuka sedikit, biasanya, akan terlihat perubahan pada timing. Sementara untuk setrifugal, timing baru akan terlihat berubah ketika RPM mencapai 2500 hingga 3000.