Setting Knalpot Racing Fokus di Karburator dan Celah Klep!

 
pakai knalpot racing yang banyak dijual di pasaran, bisa aja langsung pasang. Mesin tetap bisa hidup dan juga dapat dipakai jalan.

Setel ulang sekrup udara karburator dimaksudkan agar mesin tidak gampang meletup ketiga grip gas ditutup
Namun lebih baik seting dulu agar perfoma lebih bagus. Sebab terkadang mesin jadi lemot di rpm bawah dan atas, timbul gejala ngilitik hingga terjadi letupan saat gas ditutup.

Sendangkan munculnya gejala seperti itu, karena konstruksi beda dengan standar. Terutama volume pada pipa dan tabung silencer yang dipengaruhi panjang, lebar hingga susunan sekat yang ada di tabung.

Karena berubah bentuk, otomatis tendangan balik gas buang di perut knalpot ke ruang bakar tekanannya jadi berbeda. Makanya perlu penyesuaian di bagian komponen penyuplai gas bakar, terutama setingan karburator,” terang Marsudi mekanik yang kini gabung di tim Honda Denso Castrol NHK Jayadi Racing Team.

Untuk melakukan seting karbuartor juga tidak asal ganti komponen. Apalagi sekadar ganti knalpot racing tanpa ada bagian mesin yang ikut dimodifikasi. Marsudi bilang, cukup atur sekrup aliran udara. Atau naikkan spuyer main-jet 1 atau 2 step sesuai kebutuhan. Itu pun kalau perlu.

Lanjut Marsudi, untuk setelan sekrup udara baiknya sedikit ditutup. Sementara kalau untuk standar biasa pakai ukuran 1½ putaran balik dari posisi tertutup, dengan menggunakan knalpot racing yang lebih plong coba dibikin 1¼ putaran balik.

“Penyempitan aliran udara di lubang karbu lewat setelan sekrup udara, dimaksudkan agar mesin tidak gampang meletup ketiga grip gas tertutup. Sebab dalam kondisi itu di mana knalpot sudah plong, bensin jadi lebih sedikit daripada udara. Makanya dipersempit lagi agar bensin jadi lebih banyak. Letupan pun berkurang,” wantinya.

Selain seting sekrup udara. Untuk memaksimalkan tenaga di gasingan atas, di mana perut knalpot sudah lega dan butuh tendangan balik lebih kuat, Marsudi menyarakan untuk mengatur ulang spuyer main-jet.
“Biasanya sih aliran gas bakar diperbesar. Caranya, dengan menaikkan ukuran spuyer main-jet 1 atau 2 step. Peningkatan ini tentu harus disesuakan dengan kebutuhan. Caranya bisa dilihat dari hasil pembakaran. Seperti, kepala busi jangan terlalu putih atau hitam sekali,” lanjut mantan intruktur sekolah mekanik HMTC Jakarta.

Setelah karburator di seting ulang, penyesuaian lainnya bisa dengan mengatur setelan klep. Tapi kata Marsudi, setelan klep lebih ditujukan untuk memaksimalkan tenaga di rpm bawah atau atas, juga menyesuaikan kondisi cuaca di sekitar.

Misalkan ingin kejar torsi, saran Marsudi setelan klep bisa dibikin renggang dari ukuran standar. Apalagi kalau suhu di sekitar tempat tinggal pemilik motor cenderung dingin.

Sebaliknya kalau tenaga mesin ingin kerjar rpm atas. “Kondisi ini bisa diakali dengan menyeting setelan klep lebih rapat dari ukuran standar, agar gas bakar lebih deras masuk ke dapur pacu. Tambah lagi jika kondisi sekitar cenderung panas. Setingan ini lebih aman,” imbuh Marsudi.

Terakhir, untuk aliran udara disarankan Marsudi agar tetap menggunakan filter udara asli atau bisa juga pakai saringan udara variasi. Sebab kalau plong, khawatir karburator cepat kotor apalagi tipe vakum yang terkenal rawan gesekan.

Cara Setting Sistem Pengapian Untuk Meningkatkan Akselerasi Mesin Mobil

Biasanya, akselerasi mesin pada sebuah mobil akan semakin turun dari tahun ke tahun seiring dengan bertambahnya usia mobil tersebut, tak terkecuali untuk akselerasi pada mesin mobil yang berbahan bakar bensin. Mungkin salah satu dari anda juga pernah merasakannya ketika mengendarai mobil-mobil keluaran lama.

Cara Setting Sistem Pengapian Untuk Meningkatkan Akselerasi Mesin Mobil

Tapi, anda tidak perlu khawatir akan hal itu, sebab masih ada cara untuk meningkatkan akselerasi mesin mobil anda (untuk mesin berbahan bakar bensin). Cara ini bisa dibillang cukup sederhana untuk dilakukan sendiri, tapi dengan syarat sistem pengapian pada mobil yang akan ditingkatkan akselerasinya tersebut masih cukup bagus, syukur-syukur kalau sistem pengapiannya sudah memakai sistem pengapian CDI. Mengapa? Sebab, sesuai dengan judul di atas, cara yang akan kita lakukan ini hanya akan berkutat pada sistem pengapian saja tanpa harus berubah atau mengatur karburator.

Berikut ini langkah-langkah yang harus anda lakukan untuk meningkatkan akselerasi mobil anda:

1. Hal pertama yang perlu anda lakukan adalah dengan memastikan jika vakum delco dan sentrifugal sistem pengapian pada mobil anda masih dapat bekerja dengan normal. Tapi, jika ketika anda cek dan ternyata keduanya sudah tidak bekerja dengan maksimal, sebaiknya anda service dulu supaya kinerjanya kembali normal.

2.  Lanjutkan dengan mengatur pengapiannya hingga batas maksimal sesuai dengan ketentuan pabrikan mobil tersebut.

3. Periksa kembali kinerja vacuum delco dan setrifugal advancenya dengan lampu timing. Untuk vakum delco, pada saat selang vakumnya dipasang dan skep gasnya agak dibuka sedikit, biasanya, akan terlihat perubahan pada timing. Sementara untuk setrifugal, timing baru akan terlihat berubah ketika RPM mencapai 2500 hingga 3000.

Cara Setting Karburator Dengan Videonya

Pada versi ini ada tambahan video cara setting karburator (pada bagian bawah).

Karena masih ada dan malah banyak yang tidak tahu tentang jetting karburator, saya coba ulas lebih lengkap.
Setting karburator dilakukan dengan melakukan adjustment pada :
1. Ukuran pilot jet
2. Ukuran main jet
3. Posisi klip needle jet
4. Setelan bukaan udara
5. Setelan stasioner
Pada bukaan gas 3/4 hingga full yang berperan adalah pilot jet dan main jet. Jadi yang mau nambah top speed, ganti pilot jet dan main jet. Tinggal beli pilot jet dan main jet baru yg ukurannya lebih besar, terus pasang menggantikan yg lama. Ukuran dratnya sama, yg beda adalah ukuran lobang ditengahnya. Jadi tak ada masalah gonta-ganti MJ/PJ asal speknya memang buat karburator yang sama(Mikuni).
Untuk setting irit, optimum atau boros ada pada posisi klip dan setelan stasioner. Bukan pada sekrup bukaan udara. Sekrup udara hanya digunakan untuk mengatur agar pembakaran sempurna (busi warna merah bata).
Jadi tetapkan dulu MJ, PJ dan posisi klip. Posisi klip standard adalah ditengah. Kalau sudah OS 150 – 200 terus mau irit, clip bisa naik ke posisi kedua dari atas. Kalau paling tinggi, khawatir terlalu irit. Kalau irit, blok gampang overheat dan piston-ring bisa macet saat dipake ngebut. Kecuali dipake ibu2 buat ke pasar doang, bolehlah disetel irit habis :) .
Selanjutnya melakukan penyetelan bukaan udara agar campuran bensin-udara hasilnya optimum. Tanda campuran optimum adalah warna busi merah bata(pembakaran hampir sempurna).
Cara penyetelan bukaan udara :
1. Putaran sekrup stasioner searah jarum jam hingga stasionernya tinggi, atau dengan menaikan jarum skep lewat mur pada kabel. Memutar spekrup stasioner searah jarum jam menyebabkan needle jet terangkat. Sama dengan membuka gas, membuka gas menyebabkan needle jet terangkat. Kenapa harus tinggi dulu? Karena nanti bukaan udara akan ditutup habis, kalau needle jet tidak cukup terangkat maka mesin jadi mati. Jadi needle jet harus cukup terangkat dulu.

Sekrup stasioner. Putaran searah jarum jam menyebabkan stasioner semakin tinggi. Putaran arah sebaliknya menyebakan langsam/stasioner makin rendah.
2. Putar sekrup bukaan udara searah jarum jam hingga masuk mentok(menutup). Selama diputar, langsam/stasioner akan menurun. Bila mesin jadi mati, buka sekrup udara 2 putar, kembali ke langkah pertama dan tambahkan langsamnya.

Putar sekrup bukaan udara searah jarum jam hingga masuk mentok
3. Putar sekrup bukaan udara berlawanan jarum jam(membuka), secara perlahan-lahan. Amati suara stasionernya(suara knalpot/mesin), stasioner akan semakin tinggi seiring sekrup udara dibuka secara perlahan. Putar terus secara perlahan-lahan, dan berhenti saat stasioner tidak mau naik lagi. Kemudian putar sekrup bukaan udara searah jarum jam sebanyak 1/4 putaran.

Putar sekrup bukaan udara berlawanan jarum jam(membuka)
4. Putaran sekrup stasioner berlawanan jarum jam hingga stasionernya turun. Pilih stasioner yang cocok. Stasioner yang cukup/tinggi menyebabkan mesin responsif tapi boros bensin, stasioner yang kurang/rendah menyebabkan bensin irit tapi jadi kurang resposif(kurang tenaga). Selesai sudah jetting karburator-nya.
Kalau sekrup stasioner sudah dibuka banyak atau sampai habis tapi idle-nya ngga mau turun2, itu tandanya jarumnya menggantung. Biasanya disebabkan setingan kabel gas-nya terlalu boros.

Kabel gas dapat diatur untuk responsif (langsam tinggi dan boros), atau untuk irit (langsam hampir mati dan irit)

Video cara jetting :

Selanjutnya test full throtle, jika terasa mbrebet atau tertahan, tersendat-sendat. Lepas intake filter dari rangka motor :

Untuk performa maksimal , busa filter bisa dilepas. Pelepasan busa filter bisa menaikan kecepatan antara 5-10 km/jam. Hanya ada efek buruknya :
- karburator bisa kemasukan debu dan partikel lainnya
- karburator bisa kemasukan air sehingga mesin mbrebet dan mati. Apalagi di musim hujan dan banjir :D .