Tune UP motor F1ZR 110 cc

maksud anda sekencang apa??biarpun perubahan mesin terlalu banyak belum tentu motor itu kencang...yg penting di 2 tak hanya kompresi,timing pengapian,ama korekan blok cylinder..kalo emang buat kohar saja,mendink bloknya di semi korek,dan tenaga benar2 terasa,asal koreknya benar,dan yg pasti gk bikin mesin rusak..
kalo emang piston/seher masih ukuran std f1z R ato ukurannya 52-53mm,(oversize 0 - 100)sah2 aja untuk papas head dari 0.6-0.8 mm..tapi bubut head jangan di sembarang tempat tukang bubut...takutnya miring,ntar malah kompresi bocor,kalo mau lebih yakin ato presisi,beli amplas 400 & 1000.taro di atas kaca,lalu headnya di gosok di atas amplas tersebut,dari pake amplas kasar ke halus...kalo mau lebih mudah,pake amril (yg biasa untuk skirl klep 4 tak..amril di taro di kaca lalu di gosok seperti pake amplas....kalo seher udah oversize 200,(ato 54-55 mm)head jangan di bubut,nanti kompresi terlalu tinggi,nanti atasnyanya gk jalan..& takutnya mesin mudah panas..semoga bermanfaat..thx

Untuk motor bermesin 2 langkah seperti FizR tidak terlalu susah untuk meningkatkan performa.

Dulu saya pakai suzuki crystal.

Yang saya lalukan adalah membubut silinder head. Tidak usah terlalu banyak, 0,5mm saja cukup. Resikonya kompresi mesin naik sehingga harus pakai pertamax plus.
Lalu magnet juga saya bubut, tetapi resikonya lampu depan jadi tidak stabil, sangat tergantung RPM dan lebih cepat putus. Jadi kalau tidak mau susah, magnet biarkan standar saja.
Lalu kopling otomatis saya lepas dan pakai kopling manual. Elektrik starter juga saya lepas.
Lau terakhir ganti knalpot racing dan katup buluh.

Setelah semua itu, karburator harus disetting ulang PJ dan MJnya, juga setelan anginnya.
Perbandingan gear depan dan belakang juga harus disetting ulang.

Dengan ubahan itu tenaga cukup terasa bedanya.
Kalau anda tidak mau merubah mesin, hanya dengan pakai kopling manual dan melepas elektrik starter saja juga sudah lumayan.

Semoga membantu.

meskipun saya juga belum pernah mencoba, tapi mungkin tips2 berikut bisa membantu.
1. perbesar ruang bakar, kira2 sampai 120-135.
2. ganti piston asli dengan piston lain yang sesuai misal; piston tiara atau RX King.
3. ganti karbu standar dengan karbu RX King.
4. ganti gear belakang dengan yang lebih besar supaya tarikan lebih ringan berakselerasi.
1.atur ulang sudut ruang bakar.
2.perbesar lubang masuk dan buang
3.seher ganti yang besar
4.karbu ganti yang besar tapi sesuai misall RX king
5 bobok knalpot.

tune up mobil injection



Produk dan Layanan DiTECH INJECTION
Paket Tune Up
  1. Pahe Tune Up Karburator 4 Cylinder : Rp. 75.000,-
    • Stell Klep *
    • Set Pengapian
    • Bersihkan / Ganti Busi
    • Bersihkan / Ganti Filter Bensin
    • Bersihkan / Ganti Filter Udara
    • Periksa Seluruh Van Belt
    • Periksa dan Bersihkan Sensor Temperatur
    • Periksa Kondisi Accu
    • Periksa Kondisi Radiator
* Untuk kendaraan yang masih menggunakan "Manual Adjusting Valve"
  1. Pahe Tune Up Injection (Tanpa Cuci Injector)
4 Cylinder : Rp. 100.000,-
6 Cylinder (Inline) : Rp. 125.000,-
6 Cylinder (V6) : Rp. 150.000,-
8 Cylinder (Inline) : Rp. 175.000,-
8 Cylinder (V8) : Rp. 250.000,-
    • Stell Klep *
    • Set Pengapian
    • Bersihkan / Ganti Busi
    • Bersihkan / Ganti Filter Bensin
    • Bersihkan / Ganti Filter Udara
    • Periksa Seluruh Van Belt
    • Periksa dan Bersihkan Sensor Temperatur
    • Periksa Kondisi Accu
    • Periksa Kondisi Radiator
* Untuk kendaraan yang masih menggunakan "Manual Adjusting Valve"
  1. Paket Tune Up + Cuci (Kalibrasi) Injector with Ultra Sonic
4 Cylinder : Rp. 250.000,-
6 Cylinder (Inline) : Rp. 325.000,-
6 Cylinder (V6) : Rp. 350.000,-
8 Cylinder (Inline) : Rp. 400.000,-
8 Cylinder (V8) : Rp. 450.000,-
  1. Paket Tune Up Honda Jazz 4 Cylinder : Rp. 300.000,-
  2. Paket Tune Up Grand Livina 4 Cylinder : Rp. 300.000,-
(harga diatas diluar harga sparepart yang memang perlu diganti)
Paket Lainnya
  1. Paket Kuras Oli Rem + Kopling + Oli Rem Dot 3 (2 botol) : Rp. 125.000,-
  2. Paket Kuras Oli Rem + Kopling + Oli Rem Dot 4 (2 botol) : Rp. 200.000,-
  3. Paket Hemat OverHaul Throttle Body + Gzoc + Stell Idle Up (Service) Apabila RPM Sering Drop : Rp. 150.000,-
    (Computerized) BAC/ISCV/SERVO
  4. Paket Hemat Remap ECU + Tuning : Rp. 500.000,-
    (BMW M40 E30, BMW M50 E34, Honda Estilo, Genio, Mitsubishi Eterna, Dangan, Lancer EVO3 GTi - GLXi)
Produk dan Layanan Lainnya
  1. Jasa Kuras Perseneleng Matic (diluar oli matic) : Rp. 150.000,-
  2. Jasa Ganti Kopling Set : Rp. 300.000,-
  3. Jasa Ganti Timing Belt Kend. SOHC : Rp. 200.000,-
  4. Jasa Ganti Timing Belt Kend. DOHC : Rp. 250.000,-
  5. Jasa Ganti Timing Belt Kend. V6 : Rp. 300.000,-
  6. Jasa Bleeding HLA (Hydrolic Last Adjuster) : Rp. 150.000,-
  7. Cuci Kalibrasi Injector @ : Rp. 50.000,-
  8. Carbon Clean 4 Cylinder : Rp. 250.000,-
  9. Carbon Clean 6 Cylinder : Rp. 400.000,-
  10. Carbon Clean V6 : Rp. 450.000,-
  11. Kuras Tangki Bensin : Rp. 150.000,-

TATA CARA TUNE UP MOBIL


1.Bersihkan saringan udara
Langkah pertama dan paling mudah dilakukan adalah membersihkan saringan atau filter udara. Caranya, lepaskan peranti itu dari wadahnya, kemudian gunakan kompresor atau peranti  lain yang memiliki tekanan angin tinggi.

Bila tidak ada peralatan seperti itu, Anda bisa menggunakan kuas lembut berukuran serempat. Kemudian bersihkan kotoran yang menempel pada sel-sel saluran udara tersebut.

Setelah itu, gunakan kipas angin dan tekan tombol ukuran embusan angin tertinggi. Hal itu dimaksudkan agar kotoran yang masih menempel hilang.

Kondisi kebersihan saringan udara juga turut menentukan hasil pembakaran. karena udara yang kotor dan bercampur dengan bahan bakar akan mengahasilkan kerak dalam ruang yang mengakibatkan mesin ngelitik akibatnya, tenaga pun loyo. Namun, bila peranti itu sudah sangat kotor, maka sebaiknya diganti.
 
2. Bersihkan busi dan ganti bila telah aus



Setelah membersihkan saringan udara, langkah selanjutnya adalah membersihkan busi. Peranti ini sangat vital bagi proses pembakaran bahan bakar dan udara di ruang bakar mesin sebagai pemantik api.
 
Bila telah aus, maka percikan api tidak akan terjadi. Akibatnya proses pembakaran tidak terjadi dan mobil pun mogok. “Busi yang hanya memercikkan sedikit api juga menyebabkan pembakaran tidak sempurna,”  
Selain membersihkan sumbu dan kepala busi dengan menyikatnya, sebaiknya tingkat kerenggangan juga diatur kembali. Untuk tingkat kerenggangan itu, sebaiknya jangan terlalu rapat dan jangan terlalu longgar.

Bila busi telah aus, sebaiknya segera diganti. Umumnya, pemakaian busi yang ideal adalah 20–25 ribu kilometer. Sebelum memasang kembali busi ke tempatnya, semprot lubang busi dengan menggunakan carbon cleaner. Hal itu dimaksudkan untuk membersihkan kerak atau sisa-sisa pembakaran di lubang tersebut.
 

3. Bersihkan karburator atau injektor


Secara prinsip antara karburator dan injektor mempunyai kesamaan fungsi, yaitu pemasok bahan bakar ke ruang bakar mesin.
 
Bila Anda memiliki waktu dan niat, sebaiknya melakukan pembersihan di karburator. Caranya buka semua mur dan baut karburator, kemudian buang sisa bahan bakar yang ada. Gunakan kuas lembut berukuran kecil untuk menghilangkan kotoran yang ada, lalu bilas bagian-bagian atau komponen yang ada di peranti itu dengan menggunakan bensin atau solar.

Setelah bersih, pasang kembali atur kerenggangan klep, pelampung, serta pastikan lubang karburator tak tersumbat 
Bila mobil Anda telah menggunakan injektor, maka lepas filter udara yang menuju ke Thtrottle Body (TB).  Pada saat bersamaan, hidupkan mesin mobil dan semprotkaninjector cleaner ke throttle tersebut.  “Semprotkan hingga tiga perempat isi kaleng  dan yang harus diingat saat menyemprot itu mesin mobil harus dihidupkan, sekitar 15 menit,” 
 
Cairan carbon cleaner maupun injector cleaner banyak sekali dijual di toko-toko onderdil atau aksesoris mobil. Banyak sekali merek, kualitas, dan harga yang ditawarkan.
 

4. Lakukan entakan tekanan ke ruang bakar
Cara untuk melakukan entakan ini, Anda cukup menghidupkan mesin mobil. Kemudian, injak pedal gas hingga tingkat paling dalam. Lakukan cara itu empat hingga lima kali.

Bila Anda ingin mendapatkan ukuran yang pasti tentang injakan pedal gas itu, maka gunakan indikator yang ada pada mobil. Injak pedal gas hingga jarum penunjukan RPM (tingkat putaran mesin per menit) menunjukkan posisi tertinggi atau redline.

“Cara itu untuk merontokkan kerak atau kotoran di saluran bahan bakar dan ruang bakar mesin sehingga proses pembakaran bisa kembali sempurna,” 

Setelah itu, biarkan mesin tetap menyala dan dalam kondisi stationer atau tetap langsam. Bila telah berlangsung 5–10 menit, Anda bisa mematikannya dan proses tune up pun selesai.

Yuk Kenali Kapan Motor Perlu Di Tune Up

Sepeda motor yang setiap hari dipakai pasti mengalami pergeseran fungsi atau setelan berubah. Entah karena getaran atau karena mengalami keausan onderdil tertentu. Sehingga perlu disetel ulang/tune up untuk memulihkan kondisi tunggangan seperti semula. Biar enggak salah deteksi, berikut akan dibeberkan beberapa indikasi yang mesti diperhatikan. 

1. Sesuai standar pabrik 
Sesuai anjuran pabrikan, tiap 2.000 Km besutan harus tune up. Biar ditunggangi lebih enak dan nyaman. Lebih bagusnya tiap tune up sekalian ganti oli. 

2. Suara mesin kasar 
Mesin kasar biasanya berasal dari setelan klep yang sudah kendur, rantai keteng yang mulai aus dan kendur, serta oli mesin yang sudah jelek/terlalu encer. 

3. Motor tidak mau stasioner/langsam 
Ini terjadi akibat karburator kotor dan setelannya sudah berubah. Juga karena letikan busi yang sudah jelek. Meski setelan karburator bagus, tapi kalau businya jelek akibatnya stasioner juga tidak bagus. 

4. Mesin brebet saat putaran menengah dan putaran atas 
Ini juga akibat karburator kotor dan busi jelek 

5. Konsumsi BBM boros dan keluar asap hitam dari knalpot 
Lantaran filter udara kotor, mengakibatkan suplai udara ke ruang bakar tidak lancar. Akibatnya campuran udara dan bensin tidak tepat. Banyak bensin yang terbuang lewat knalpot dan berwarna hitam. 

6. Tarikan berat 
Setelan klep yang mulai agak rapat akibat memuai, ditarikan awal besutan lebih berat dan lambat, tapi putaran atas kencang. Kebalikannya, bila klep longgar/kendur, tarikan awal lebih enteng. Tapi di putaran atas terasa agak berat. 

7. Saat pagi susah hidup 
Ini akibat karburator kotor, busi kotor dan setelan klep berubah. 

8. Getaran mesin tinggi 
Ini disebabkan setelan karburator tidak pas atau terlalu besar, setelan klep tidak pas dan baut mounting mulai kendur. 

9. Oper gigi keras/susah 
Lantaran setelan kopling tidak pas/berubah, pengoperan gigi terasa lebih keras. Tarikan awal agak nahan. Pada putaran akak tinggi motor baru mau lari. 

Kelebihan dan Kekurangan Pick up Suzuki Mega Carry

Berbicara kehadalan sebuah pick up, tentu kita tidak bisa memandang sebelah mata pick up mega carry. Mengapa? Sebab, pick up keluaran Suzuki ini terbukti memiliki performa mesin yang sangat tangguh walaupun dikendarai di medan-medan yang cukup berat seperti tanjakan, ataupun daerah banjir. Selain itu, pick up ini juga dapat diandalkan untuk membawa muatan dengan bobot yang sangat berat sekalipun sebab mega carry memiliki sasis ganda sehingga mampu mengangkut muatan berlebih.Kelebihan dan Kekurangan Pick up Suzuki Mega Carry

Akan tetapi, meskipun spesifikasi pick up mega carry ini terbukti handal (baca spesifikasi pick up mega carry), bukan berarti pick up ini tidak memiliki kekurangan lhoo. Jika diamati, sebenarnya pick up mega carry ini memiliki sedikit kelemahan atau kekurangan walaupun kekurangan tersebut bisa jadi bukan masalah serius. Mau tahu apa saja kekurangan pick up mega carry? Berikut ini infonya:

Kekurangan Pick up Mega Carry
1. Kapasitas tempat duduknya hanya ada 2 (umumnya tempat duduk pada pick up dapat diisi oleh 3 orang)
2. Harganya lebih mahal dibanding harga pick up lainnya
3. Sulit dikendarai di jalanan yang sempit sebab bodi pick up ini tergolong cukup besar

Tapi kekurangan atau kelemahan dari pick up mega carry ini sepenuhnya tertutupi oleh banyaknya kelebihan atau keunggulan yang dimilikinya. Bahkan beberapa diantara kelebihan-kelebihan pick up mega carry ini mungkin belum pernah ada pada pick up-pick up lainnya. Apa saja kelebihan pick up mega carry, berikut infonya:

Kelebihan pick up mega carry
1. Performa mesinnya terbukti bandel alias kuat
2. Daya angkutnya lebih banyak sebab ukuran baknya luas
3.Harga purna jualnya masih lebih tinggi dibanding harga purna jual pick lain
4. Menerapkan sasis ganda sehingga sangat kuat jika diisi dengan muatan yang berat-berat
5. Tidak gampang mogok pada saat dikendarai di daerah-daerah yang rawan banjir
6. Bukaan baknya lebih fleksibel sebab bak pick up mega carry dapat dibuka melalui ketiga sisi baknya yakni sisi samping kanan, kiri dan belakang.

cara tune up mesin mobil

 

 LANGKAH KERJA TUNE - UP ENGINE BENSIN 1
1. Pasang perlengkapan servis kendaraan

  • Fender cover
  • Grill cover
  • Steering cover
  • Floor cover
  • Seat cover
2. Siapkan peralatan kerja

  • Tool set
  • Alat ukur, meliputi : Tune-up tester, Multimeter, Radiator Tester, Radiator cup tester, Spring scale, kunci momen (torque wrench), hidrometer, feeler gauge dan mistar baja.
  • Perlengkapan servis lain, meliputi : kompresor, air gun dan kain lap bersih.
3. Pekerjaan saat mesin dingin, meliputi pemeriksaan :

  • minyak pelumas
  • sistem pendingin
  • tali kipas
  • filter bensin
  • filter udara
  • sistem pengapian
4. Pekerjaan saat mesin hidup, meliputi pemeriksaan :

  • dwell angle
  • Putaran idle
  • saat pengapian
5. Pekerjaan setelah mesin dipanaskan, meliputi :

  • celap katup
  • kerja karburator
  • stel putaran idle
  • kompresi
  • tes jalan
MINYAK PELUMAS

  1. Tarik batang pengukur, lap ujungnya, dan kembali masukkan.
  2. Tarik kembali dan periksa volume oli (diantara Full dan Low) serta kualitas oli dengan melihat warna dan kepekatan oli.
  3. Lihat perubahan warna pada oli mesin
SISTEM PENDINGIN

  1. periksa slang radiator
  2. periksa klem
  3. periksa kebocoran sirip-sirip
  4. periksa kran penguras
  5. Tes kebocoran sistem pendingin (menggunakan radiator tester beri tekanan sampai 1,2 Kg/Cm2)
  6. Pemeriksaan tutup radiator (menggunakan radiator cup tester beri tekanan 0,6 - 1,2 Kg/Cm2)
  7. Periksa kualitas dan kapasitas air pendingin
  8. Periksa volume tangki cadangan
  9. Periksa tali kipas : secara visual periksa dari kemungkinan retak/aus
  10. Saat mengembalikan tali kipas berilah tekanan 10 Kg dan defleksi tali kipas : 7 - 11 mm (untuk pompa air - alternator) 11 - 14 (untuk engkol - kompresor)
  11. Periksa suara bearing, pompa abnormal
  12. Sirkulasi air pendingin (dilakukan saat mesin panas dan hidup)
SARINGAN BAHAN BAKAR

  1. lepas filter bahan bakar
  2. Perhatikan saluran masuk dan buangnya
  3. Semprotkan udara bertekanan rendah
  4. Urutan penyemprotan : saluran buang - saluran masuk, saluran masuk - saluran buang, saluran buang - saluran masuk.
  5. Tiup ( dengan mulut ) dari saluran masuk dan buangnya. Apabila ringan : berarti bersih, apabila berat harus diganti.
SARINGAN UDARA (Air filter)

  1. Lepas klip
  2. Periksa secara visual elemen saringan udara
  3. Semprot elemen saringan udara dengan urutan : dari dalam - keluar, dari luar - ke dalam, dari dalam - keluar.
  4. Lap rumah saringan udara.
  5. Pasang, perhatikan tanda panah yang ada pada tutup rumah saringan.
BATERAI

  1. Lepas pole baterai (terminal (-) terlebih dahulu.
  2. Angkat baterai (posisikan tangan dibawah kotak baterai)
  3. Periksa kotak, dari kemungkinan retak, menggelembung.
  4. Periksa volume elektrolit
  5. Periksa lubang penguapan pada tutup, semprot dengan udara bertekanan dari kompresor
  6. Periksa berat jenis elektrolit, dengan menggunakan hidrometer (kondisi baik bila pada skala diantara 1,25 - 1,27)
  7. Periksa kondisi dari pole/terminal
  8. Periksa tegangan dengan menggunakan Voltmeter
KOMPONEN SISTEM PENGAPIAN
A. Busi, periksa :

  1. Insulator
  2. Ulir busi
  3. Keausan elektroda
  4. Gasket Busi
  5. Kondisi elektroda busi
  6. Celah busi
B. Kabel busi, dengan ohmmeter periksa resistance dari kabel (kondisi baik bila kurang dari 25 KΩ.

C. Distributor

  1. bersihkan tutup distributor dengan lap bersih
  2. Periksa secara visual, dari kemungkinan retak, aus
  3. Bersihkan terminal dalam
  4. Periksa panjang brush
  5. Rotor, bersihkan dengan kain lap
  6. Platina, periksa, bersihkan dan stel
  7. Governor advancer, putar rotor (kondisi baik bila rotor segera kembali ke tempat semula)
  8. Vacuum advancer (kondisi baik bila diisap ......... dudukan platina bergerak)
  9. Octan selector (posisikan Std/ tengah)
IGNITION COIL

  1. Periksa tahanan primer koil (1,3 - 1,6 Ω)
  2. Periksa tahanan sekunder koil (10,7 - 14,5 KΩ)
  3. Periksa resistor koil (1,5 - 1,9 Ω)
KEKERASAN BAUT KEPALA SILINDER
Pengencangan dengan kunci moment dimulai dari tengah kemudian keluar, seperti prinsip obat nyamuk bakar.

DATA TUNE-UP SAAT MESIN HIDUP


  1. DWELL ANGLE : 520 ± 60
  2. Saat pengapian ( kijang 5 K = 50 sebelum TMA )
  3. Putaran idle ± 750 rpm

TUNE UP MOTOR BENSIN 2

Tune Up adalah perwatan berkala tanpa adanya penggantian komponen mesin
Pekerjaan yang meliputi pemeriksaan;
-oli mesin
-Sistim pendingin
-Tali kipas
-Saringan udara
-Katup pengontrol panas
-Baterai
-Busi
-Kabel tegangan tinggi
-Distributor
-Celah katup
-Karburator
-Putaran idle permulaan (Inintial Idle Speed)
-Fast idle
-Thottle Positioner
-Tekannan kompresi

Tujuan melaksanakan Tune Up pada kendaraan bermotor yakni:
Untuk pengontrolan kondisi mesin kendaraan setelah digunakan untuk 10.000 kilometer;
Untuk memeriksa, menyetel dan mengembalikan kondisi motor dari kendaraan ke keadaan semula

Fungsi Filter Udara:
Udara yang masuk ke mesin mengundang debu dan benda benda lain akan menyumbat saluran karburator, mempercepat keausan silinder mesin serta mengotorkan oli. Filter Udara menyaring debu dan kotoran lainnya yang terkandung di dalam udara yang masuk melalui filter yang didalamnya terdapat alat penyaring udara, sehingga debu dan kotoran tidak dapat masuk ke dalam karburator dan silinder mesin. Apabila filter tersumbat kotoran, aliran udara akan terbatas yang mengakibatkan terganggunya kerja karburator. Filter Udara dibagi menjadi dua yaitu: filter udara kering dan filter udara basah

Pembersihan atau penggantian saringan udara jenis kering
1. Lepas saringan udara periksa kondisi saringan udara, jika kotor sekali harus diganti baru
2. Ketok saringan beberapa kali agar debu yang menempel terlepas

3. Semprotkan dengan udara bertekan dari dalam keluar. Kadang-kadang saringan udara basah oleh oli.
Oli tersebut berasal dari sistim ventilasi karter. Bersihkan sistem tersebut kemudianlakukan pengontrolan
pada permukaan batas oli motor (mungkin terlalu tinggi) atau juga disebabkan kerapatan cincin-cincin
torak, untuk ini buka tutup pengisi oli pada saat motorhidup. Jika banyak gas yang keluar, bisa juga cincin
torak bocor, akibatnya gas tersebut dapatmembawa oli mesin sampai ke saringan udara.
4. Pasang kembali rumah saringan udara. Pada waktu pemasangan, perhatikan kedudukan paking-pakingnya.

Pembersihan saringan udara tandon oli (tipe basah).

1. Lepas saringan udara
2. Cuci saringan udara dengan bensin
3. Keluarkan oli dari rumah saaringan udara, bersihkan rumah saaringan udara dengan bensin dan lap.

Fungsi Tali Kipas
Tali kipas meneruskan tenaga mesin dari puli poros engkol untuk menggerakkan bagian bagian pembantu mesin yang lain, seperti pompa air, kipas dan alternator. Biasanya tali kipas baru masih elastis, tetapi elastisitasnya hilang setelah dipergunakan.

Pemeriksaan secara visual

1. Periksa tali kipas kemungkinan retak, sudah buruk, terlalu kencang atau aus;
2. Terdapat oli atau gemuk.
3. Persinggungan yang tidak sempurna antara tali dan puli.

Pemeriksaan dan penyetelan kekencangan tali kipas
1. Dengan kekuatan tekanan 10 kg, tekan tali pada tempat-tempat yang seharusnya tali harus
menunjukkan kekencangan spesifikasi. Lenturan tali kipas pada tekanan 10 kg yakni Kipas Alternator
7-11 mm dan Engkol Kompresor AC 11-14 mm.
2. Perhatikan ketegangan sabuk penggerak. Kurang tegang – tali kipas slip – cepat aus.Terlalu tegang –
bantalan pipa air dan alternator menjadi cepat rusak. Jika tali kipas harus diganti, perhatikan ukurannya.
Ukuran sabuk mengikuti normalisasi.Lebar : 9,5 ; 10,5 ; 11,5 ; 12,5 mm. Panjang : Penatahapannya adalah
25 mm, misal 800, 825,850 mm dst.
3. Beri vet atau cairan khusus pada sabuk lama yang berbunyi

Periksa baterai kemungkinan:

1. Rumah baterai berkarat;
2. Hubungan terminal longgar;
3. Terminal berkarat atau rusak;
4. Baterai rusak atau bocor.

Pengukuran berat jenis elektrolit

1. Periksa berat jenis elektrolit dengan hydrometer; Berat jenis berkisar antara 1,25 – 1,27 pada 20oC;
2. Periksa banyaknya elektrolit pada setiap sel. Jika tidak berada pada ketinggian yang semestinya, istilah
dengan air suling.

Fungsi Oli

Oli dengan sifatnya yang kental dan halus, tidak hanya sekedar mengurangi ausan dan gesekan pada piston (torak), bantalan dan bagian bagian yang berputar. Oli juga membantu menahan suhu tinggi, gas bertekanan tinggi maupun membantu memindahkan panas dari bagian yang bersuhu tinggi ke karter (panci oli) selanjutnya dipindahkan ke udara luar. Oli mencegah keroposnya bagian yang terbuat dari logam, merupakan bantalan bagi bagian yang berputar serta menyerap zat zat yang merusak dari hasil pembakaran didalam mesin. Setelah melakukan tugas tugas ini, maka oli kehilangan efektifitasnya dan karena itu harus diganti secara periodik.Pemeriksaan tinggi oli, tinggi oli harus berada pada tanda L dan Jika lebih rendah, periksa kemungkinanada kebocoran lalu tambah oli hingga tanda F Gunakan oli API service SE.

Fungsi Penggantian saringan oli
Sementara oli sedang dipakai, karbon yang dihasilkan dari reaksi pembakaran dalam mesin serta serbuk logam masuk ke dalam oli sehingga oli menjadi kotor. Apabila kotoran tersebut menumpuk, ia akan menyebabkan bagian bagian yang berputar cepat aus dan tergores. Karena itulah dipasangkan saringan oli untuk menahan kotoran dan membuang kotoran tersebut dari oli. Berhubung kotoran yang demikian akan menumpuk didalam saringan (flter), saringan perlu diganti secara periodik.

Penggantian Saringan Oli (Filter)

1. Buka saringan oli dengan alat pembuka filter;
2. Pilih saringan oli dengan mencocokkan ulir saringan dan diameter paking
3. Kontrol apakah saringan oli lama dilengkapi dengan katup “ by-pass” atau tidak.
4. Kontrol perlu tidaknya katup anti balik di dalam saringan oli dengan melihat posisi pengikatan saringan oli
terhadap motor. Jika posisi pengikatan horisontal atau saringan di bawah, maka saringan oli
harus dilengkapi dengan katup anti balik.
5. Untuk memasang, kencangkan saringan oli dengan tangan.

Fungsi Celah Katup

Agar terdapat operasi mesin yang effisien apabila katup menutup, agar tertutup rapat sekali dengan dudukannya.
Untuk menjamin keadaan demikian, terdapat celah yang disebut celah katup (clearance) diantara katup katup dalam keadaan tertutup dan tuas (roker). Dengan celah ini, katup akan kembali ke dudukannya tanpa ganguan selama mesin bekerja walaupun terdapat pemuaian dari komponen tertentu.

Cara menyetel celah katup yakni:
1. Mesin dipanasi dan kemudian dimatikan;
2. Tempatkan Silinder nomor 1 pada TMA atau titik mati atas atau kompresi dengan jalan memutar
poros engkol;
3. Kencangkan kembali baut-baut kepala dan baut-baut penguat roker. Momen pengencangan menunjukkan
1,8 –2,4 kgm;
4. Stel celah katup dengan jalan celah katup diukur diantara batang aktup dan lengan loker.Yang disetel hanya
katup yang ditunjuk oleh panah saja. Celah katup menunjukkan Hisap 0,20 mm dan Buang 0,30 mm;
5. Putarkan poros engkol (crankshaft) 360o;
6. Setel katup-katup lain yang ditunjukkan oleh panah.

PEMERIKSAAN KABEL BUSI

Lepaskan steker busi. Jangan ditarik pada kabelnya. Hubungan inti arang kabel mudah terlepas dari steker kalau kabel ditarik. Periksa tahanan kabel menggunakan multimeter. Tahanan kabel yakni kurang dari 25 kΩ per kable

.PEMERIKSAAN ADVANCE VACCUM
1. Lepas tutup distributor;
2. Lepas slang vaccum yang menuju ke distributor pada karburator. Hisap slang dengan mulut dan perhatikan
plat dudukan kontak pemutus harus bergerak. Slang vaccum tidak boleh retak atau longgar
pada sambungannya

PEMERIKSAAN ADVANCE SENTRIFUGAL
Rotor harus kembali dengan cepat setelah diputar searah putarannya dan dilepas;
Rotor tidak boleh terlalu longgar.

PEMERIKSAAN KONTAK PEMUTUS
1. Setel celah kontak pemutus dengan fuler, putar motor dengan tangan sampai kam; dengan tumit ebonit
dalam posisi yang tepat
2. Pilih fuler yang sesuai dengan besar celah kotak;
3. Periksa celah kontak dengan fuler yang bersih.
4. Jika celah tidak baik, stel seperti berikut:
-Kendorkan sedikit sekrup-sekrup pada kontak tetap.
-Stel besar celah dengan menggerakkan kontak tetap.
-Penyetelan dilakukan dengan obeng pada takik penyetel;
-Jika penyetelan sudah tepat, keraskan sekrup-sekrup pada kontak tetap;
5. Putar mesin satu putaran, periksa sekali lagi besarnya celah kontak.

Sebagai petunjuk:
Besar celah kontak untuk mobil biasanya 0,4 –0,5 mm.
Kontak pemutus biasanya diganti baru setiap 20’000 km. Kontak lama dapat dirataka dengan kikir kontak atau kertasa gosok dan selanjutnya dibersihkan dengan kertas yang bersih. Tetapi, kalau ketidak-rataan kontak besar, sebaiknya kontak pemutus diganti baru.

Tes dengan dwell tester
Start motor dan periksa sudut dwel. Jika salah, stel celah kontak sampai mendapatkan hasil yang baik dan keraskan sekrup-sekrup pada kontak tetap;
Pasang kembali, kontrol sudut dwel sekali lagi selama motor hidup (putaran idle).

Sebagai Petunjuk:
Besarnya sudut dwel untuk motor 4 silinder biasanya 52o – 56o
Sesuaikan pemasangan kabel pengetes dwel dengan merk atau tipe yang digunaakan

Fungsi Pengapian
Mesin bensin bekerja dengan pembakaran bensin dan campuran udara yang ditekan setelah langkah hisap serta terbakar oleh bunga api busi. Bunga api yang menyebabkan letusan disebut "saat pengapian" (ignition time) dan diatur oleh pembukaan platina dalam distributor.Waktu pengapian harus distel sedemikan rupa sehingga tidak terlalu cepat dan juga tidak terlalu lambat sebab akan menurunkan efisiensi mesin.

Penyetelan Pengapian
Setel putaran mesin pada kecepatan idle. Pada motor yang dilengkapi dengan oktan slektor, posisi oktan selektor harus disetel pada posisi standar. Saat pengapian adalah 8o sebelum TMA atau idling.
Penyetelan saat pengapian cocokkan tanda-tanda waktu dengan memut body distributor . Saat pengapian 8o sebelum TMA atau idling.

PEMERIKSAAN BUSI
Periksa busi secara visual kemungkinan terdapat hal-hal berikut:
1. Retak atau kerusakan lain pada ulir dan isolator;
2. Keausan elektroda;
3. Gastek rusak atau lapuk;
4. Elektroda terbakar atau terdapat kotoran yang berlebihan.

Pembersihan Busi
1. Jangan menggunakan alat pembersih busi lebih lama dari yang diperlukan;
2. Tiupkan bubuk pembersih dan karbon dengan udara kompresi;
3. Bersihkan ulir dan permukaan luar isolator

Pengukuran tekanan kompresi

1. Panaskan mesin;
2. Buka semua busi;
3. Lepaskan kabel tegangan tinggi dari koil pengapian agar aliran sekunder terputus;
4. Masukkan alat pengukur kompresi ke dalam lubang busi;
5. Buka trotel gas sepenuhnya dan baca tekanan kompresi sementara mesin dihidupkan dengan motor stater.

Sebagai petunjuk:

Usahakan agar pengukuran dilakukan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
-Putaran : 250
-Tekanan kompresi
-STD 11,0 kg/cm2
-Limit 9,0 kg/cm2
-Perbedaan antara masing-masing silinder 1,0 kg/cm2


PERAWATAN MESIN EFI KM 20.000
            1    Langkah awal
Siapkan alat-alat yang akan dipakai untuk tune up dan cek peralatan tersebut, alt yang di gunakan diantaranya sebagai berikut :
1.      Kunci 10 dan Kunci 14
2.      Kunci busy, hmplas dan sikat kawat
3.      Feeler gauge
4.      Obeng ketok dan lap bersih
5.      Carburraator Cleaner (CC)
6.      Multimetrer
7.      Kompresor (angin)
8.      Engine Analizer

2    Cara Tune Up Engine EFI XENIA pada KM 20.000
   Adapun komponen-komponen yang di tune up dalam mesin EFI (Electronic fuel injection) yaitu sebagai berikut :
1.                   Air Cleaner(AC) atau air box
Bersihkan AC menggunakan kompresor (angin) agar AC tetap dalam keadaan bersih, sehingga udara yang masuk kedalam ruang pembakaran bersama bahan bakar tetap bersih.

2.                   Koil dan Kabel Tegangan
Biasanya didalam mesi EFI (Electronic Fuel Injection) koil dan kabel tegangan sudah dirangkai menjadi satu komponen. Jadi pemeriksaan koil dan kabel tegangan di cek secara bersamaan menggunakan multimeter, hal ini dilakukan agar mengetahui koil masih efisien atau tidak.
Cara pemriksaannya, hubungan multi meter dengan koil dan kabel tegangannya, ketika multimeter di hubungkan pada koil dan kabel tegangan maka jarum pada multimeter akan menunjukan angka 50, 50 tersebut menyatakan 50 ampere. Hal tersebut menujukan bahwa koildan kabel tegangan masih efisien, namun jika jarum pada multimeter menunjukan kurang atau lebih dari 50, maka koil dan kabel tegangan menujukan tidak efisien.
                                                                                         

3.                  Busi
Biasanya pada busi tidak hanya di bersihkan tetapi juga bisa di ganti dengan yang baru tergantung kepada keadaan busi masih bagus atau tidak. Namun biasanya penggantain busi sering dilakukan pada KM 20.000.  jadi jika keaadaan busi masih bagus bersihkan busi menggunakan hamplas atau sikat kawat. Dan stel celah busi menggunakan feeler gauge untuk mendapatkan keakuratan.
Cara menunjukan busi bagus atau tidak, hal tersebut dapat diliat dengan kasat mata jika, yaitu jika elektroda masanya sudah menipis.

4.                  Trottole Body dan Idle Speed Control (ISC)
Bersihkan trottole body dan ISC menggunakan Carburrator Cleaner dan bersihkan pembersih yang nmenempel pada Trottole body dan ISC menggunakan lap yang bersih. Hal ini bertujuan agar ktika bahan bakar dan udara menyatu tidak ada debu yan terbawa kedalam ruang pembakaran. Dan agar tidak melenceng dalam mengatur rpm karena Isc berfungsi untuk mengatur rpm.
5.                  Fuel Filter (FF)
Bersihkan FF dengan menyemprot lubang masuk atau keluar bahan bakar dari FF menggunakan kompresor (angin). Hal ini dilakukan agar FF berfungsi dengan baik, sehingga tidak ada penyumbatan dalam FF atau pun terbawa nya debu keruang pembakran.

6.                  Oli (pelumas)
Ganti oli yang sudah lama dengan yang baru agar tidak terjadi ke ausan pada mesin, sehingga langkah kompresi tetap stabil.
Agar mesin tetap nyaman dan tidak cepat aus maka penggantian oli ini harus dilkukan secara berkala. Sehingga kstbilan dan suhu pada ruang pembakaran tetap terjaga.

7.                  Uji Emisi
Terakhir lakukan Uji Emisi, untuk melakukan Uji Emisi gunkan alat Egine Analizer.
Hal ini dilakukan auntuk mengetahui proses pembakaran pada mesin, apakah sudah efisien atau tidak, CO (karbonmonoksida)ideal berkisar di bawah 1 persen.
Jika alat tersebut menunjukan dibawah 1 persen maka CO pada proses pembakaran masih efisien, namun jika alat tersebut menujukan hasil di atas 1 persen maka proses  pembakaran tersebut sudah tidak efisien, biasanya harus dilakukan service pada sistem bahan bakar.




.3    Langkah Akhir
Setelah selesai melaksanakan tune up, agar tercipta kesejahteraan, keselamatan, dan keamanan kerja baik untuk mekanik ataupun peralatan. Maka langkah terakhir yaitu bereskan (rapihkan) dan simpan kembali alat-alat yang sudah di gunakan ketempat penympanan.