Sesuaikan Beban listrik dengan Kapasitas Aki

Hal ini patut menjadi perhatian pengendara yang gemar memodifikasi kendaraan. Jangan sampai, tambahan fitur atau aksesori baru membuat aktivitas berkendara justru menjadi kegiatan yang tidak aman dan tidak nyaman. Biasanya, ketidaksesuaian antara beban dan kapasitas aki (baterai) banyak terjadi pada kendaraan yang ditambahi aksesori penyedot energi listrik.

Beberapa contoh diantaranya adalah memperbesar watt lampu depan, memasang sirine, atau melengkapi mobil dengan alarm otomatis. Yang paling mencolok adalah modifikasi audio-video. Banyak modifikator yang mencangkok mobilnya dengan speaker berdaya besar, sehingga kebutuhan arus listriknya pun tidak kecil.

Apa konsekuensinya pada aki? Jelas sekali. Tambahan aksesori itu sudah tentu mengakibatkan arus yang harus di-supply dari aki juga bertambah. Harus dilakukan penyesuaian pada aki standar pabrikan. Jika aki masih mampu men-supply seluruh tambahan itu, ya memang oke-oke saja. Masalahnya adalah ketika total beban arus listrik yang harus ditanggung jauh lebih besar dari kapasitas aki.

Efek ketidaksesuaian antara beban listrik dan kemampuan aki sangat jelas.
Jika beban yang harus dipikul jauh lebih besar daripada kapasitas, aki akan
cepat panas. Air aki pun jauh lebih cepat berkurang. Lama kelamaan, aki tidak dapat bekerja dengan normal. Salah satu contoh ketidaknormalan adalah merosotnya kemampuan aki dalam menyimpan arus listrik. Teknisi sering menyebutnya dengan istilah "aki soak" (zwak).

Gejala paling sering muncul pada aki yang tidak mampu menyimpan arus listrik dengan baik adalah mesin yang tidak kuat di-starter. Pada saat putar kunci kontak ke posisi "START", mesin tidak kuat berputar/ berat berputar, sehingga mesin tidak bisa menyala. Rasanya seperti tidak ada setrum. Gejala ini terjadi karena memang pada saat start kebutuhan akan arus listrik sangat besar, yang seharusnya tersedia bila aki bekerja dengan baik.

Karena itu, jika Anda melengkapi mobil dengan fitur yang butuh arus listrik, penting sekali menghitung dengan cermat apakah tambahan itu masih sesuai dengan kapasitas aki. Tanyakan masalah ini kepada teknisi yang memasang fitur-fitur tersebut di mobil Anda.(Source : AstraWorld)

Cara Mengganti dan Memasang Aki

Seperti yang sudah banyak orang tahu, jika sebuah kendaraan pasti tidak akan bisa lepas dengan aki. Mengapa? Sebab keberadaan komponen yang satu ini bisa dibilang sangat vital bagi semua jenis kendaraan bermotor, Accu atau yang lebih dikenal dengan sebutan aki ini merupakan sebuah komponen yang menjadi sumber utama aliran listrik pada kendaraan. Dan karena fungsinya yang sangat penting itu, maka penempatan aki umumnya diletakkan di tempat-tempat yang dekat dengan mesin, hal tersebut bertujuan untuk memudahkan kita dalam melakukan pengecekan dan perawatan.

Dengan rutin melakukan pengecekan terhadap aki, hal tersebut tentu aka dapat meminimalisir terjadinya masalah atau kendala pada bagian kelistrikan pada kendaraan kita. Sebab, dengan melakukan pengecekan secara rutin, kita bisa tahu apakah aki kendaraan kita masih berfungsi dengan baik atau tidak. Dan selanjutnya kita juga tahu kapan saat yang tepat untuk mengganti aki lama dengan aki yang baru. Meskipun pada dasarnya air aki bisa diisi ulang, tapi ada baiknya untuk segera mengganti aki yang sudah usang (tidak berfungsi dengan baik) dengan aki yang baru agar kendala atau masalah yang terjadi tidak merembet pada bagian-bagian lainnya.

Yang jadi masalah adalah tahu gak cara untuk menggantinya. Meskipun cara mengganti aki termasuk pekerjaan sepele, tapi belum tentu banyak orang yang bisa melakukannya. Jika anda termasuk salah satu dari mereka yang masih awam tentang hal ini, anda bisa memperhatikan 4 langkah sederhana cara mengganti dan memasang aki berikut ini.

1. Lepaslah kabel pada aki yang lama! Pada langkah ini, yang perlu anda perhatikan adalah cabutlah kabel negatifnya terlebih dahulu. Longgarkan baut atau klem yang mengaitkanya. Setelah itu, anda bisa langsung lanjutkan dengan mengambil baterainya. Berhati-hatilah ketika mengangkatnya, usahakan posisinya tetap tegak agar air akinya (asam) tidak tumpah.

2. Pasang aki yang baru, dan kencangkan bautnya. Kemudian, pasang kabelnya (pasanglah kabel negatif belakangan). Pada tahapan ini, anda bisa menyemprotkan anti korosi untuk melindungi terjadinya korosi pada terminal.

3. Pastikan sambungan kabel negatif ke badan kendaraan tersambung dengan kuat. Jika ketika anda periksa ternyata ada kabel yang kotor, anda bisa melepasnya lagi terlebih dahulu kemudian membersihkannya dengan sikat kawat hingga bersih, lalu dipasang lagi seperti semula dengan kencang.

4. Yang terakhir, periksalah drive belt alternatornya. Pastikan drive belt alternatornya tidak kendur ataupun rusak. Sebab, aki bisa saja mati jika drive belt alternatornya kendur atau rusak.

Nah, cukup mudah bukan. Jadi, sekarang anda bisa mengganti dan memasang aki pada kendaraan anda sendiri secara mandiri dan tidak perlu harus kehilangan banyak waktu untuk menunggu antrian di bengkel hanya untuk hal yang sederhana seperti ini.

Daftar Harga Aki Mobil Merk Yuasa

Mencari informasi mengenai harga pasaran sebuah produk (khususnya sebuah aki mobil merk Yuasa) bisa jadi merupakan sebuah tindakan yang bijak dan bahkan mungkin merupakan tindakan yang harus anda lakukan sebelum memutuskan untuk membelinya. Mengapa? Sebab hingga saat ini, aki mobil merk yuasa yang tersedia atau beredar di pasaran sangat banyak macamnya, seperti N 100, NS 60 Hybrid dll. Dan tentunya, harga untuk tiap-tiap jenis atau tipe dari aki mobil merk yuasa tersebut sangat bervariatif.

Daftar Harga Aki Mobil Merk Yuasa

Nah, bagi anda yang memang sedang berencana untuk membeli sebuah aki baru merk yuasa, berikut ini kami tampilkan daftar harganya lengkap yang dapat anda jadikan sebagai patokan harga ketika membelinya nanti.
Tipe Aki
55539
56638
58024
60038
CONV 12N24-3
CONV 12N24-4
MF NS 60 LS
MF NS 60 S
N 100
N 120
N 150
N 200
N 40
N 50
N 50 L
N 50 Z
N 50 ZL
N 70
N 70 Z
N 70 ZL
NS 40
NS 40 L
NS 40 Z (S)
NS 40 ZL
NS 60
NS 60 Hybrid
NS 60 Hybrid
NS 60 L
NS 60 L (S)
NS 60 MF
NS 70
NS 70 L
NS 80 LS MF
NS 80 S
NS 80 S MF

Harga Aki
990.000
1.122.000
1.189.000
1.732.000
408.000
408.000
679.000
679.000
1.128.000
1.374.000
1.804.000
2.351.000
523.000
580.000
580.000
674.000
674.000
837.000
879.000
879.000
467.000
467.000
500.000
500.000
545.000
559.000
647.000
545.000
545.000
679.000
735.000
753.000
767.000
545.000
767.000

Daftar harga aki mobil merk yuasa di atas mungkin tidak sepenuhnya valid, sebab mungkin harganya akan sedikit berbeda dengan harga pasaran aki yuasa di daerah anda.

Informasi Harga Aki Merk G Force Semua Tipe

Apakah anda sedang berencana untuk membeli sebuah aki baru (aki merk G-Force) untuk mobil anda? Dan apakah anda membutuhkan informasi mengenai harganya untuk dijadikan sebagai referensi? Jika jawabannya adalah iya, berarti suatu kebetulan anda menemukan blog ini. Mengapa? Sebab anda akan menemukan informasi yang anda butuhkan tersebut ( yakni informasi harga aki merk G-Force) di sini.

Apakah informasi harga aki mobil merk G-Force yang ditampilkan di sini lengkap untuk tiap-tiap tipenya?
Tentu, di sini informasi yang akan anda dapatkan tidak hanya sekedar informasi biasa, sebab informasi yang akan kami tampilkan di sini adalah informasi harga aki merk G-Force yang lengkap semua tipenya. Jadi, informasi harga aki mobil merk G-Force yang akan anda peroleh di sini bisa dibilang cukup kompeten sebab informasinya lengkap. Jadi, dengan begitu anda bisa menjadikannya sebagai referensi ketika anda hendak membelinya (membeli aki baru merk G-FORCE) untuk mobil anda.

Informasi Harga Aki Merk G-Force Semua Tipe

Penasaran seperti apa informasinya? Langsung saja kami tampilkan informasinya di bawah ini:

Informasi Harga Aki (accu) Mobil Merk G-Force Lengkap Semua Tipe 

Tipe Aki G-Force

54533
55530
55566
56090
56219
56530
56618
58010
58026
58515
60035
54533 Titanium
55530 Titanium
58010 Titanium
60038 Titanium

N 100
N 50
N 50 MF
N 50 MF Titanium
N 50 Z
N 50 Z MF
N 50 Z MF Titanium
N 50 ZL
N 50 ZL MF
N 50 ZL MF Titanium
N 70
N 70 MF
N 70 MF Titanium
N 70 Z
N 70 Z MF
N 70 Z MF Titanium
N 70 ZL
N 70 ZL MF Titanium

NS 120
NS 40
NS 40 MF Titanium
NS 40 Z
NS 40 Z MF
NS 40 Z MF Titanium
NS 40 ZL
NS 40 ZL MF
NS 40 ZL MF Titanium
NS 60
NS 60 L
NS 60 LS
NS 60 MF
NS 60 MF Titanium
NS 60 S
NS 70
NS 70 MF
NS 70 MF Titanium
Harga Aki

686 rb
875 rb
875 rb
954 rb
433 rb
1,061 jt
1,104 jt
1,189 jt
1,169 jt
1,352 jt
1,703 jt
775 rb
963 rb
1,286 jt
1,875 jt

1,125 jt
575 rb
770 rb
770 rb
670 rb
875 rb
875 rb
670 rb
875 rb
875 rb
835 rb
1 jt
1 jt
875 rb
1,125 jt
1,125 jt
875 rb
1,125 jt

1,268 jt
463 rb
550 rb
497 rb
600 rb
600 rb
497 rb
600 rb
600 rb
540 rb
540 rb
540 rb
699 rb
699 rb
540 rb
730 rb
990 rb
990 rb

Merawat Aki Cek Tinggi Dan Kualitas Air


Merawat Aki, Cek Tinggi Dan Kualitas Air

JAKARTA - Aki atau baterai salah satu komponen yang vital dari kelistrikan sebuah kendaraan, bila sampai rewel mesin jadi susah dihidupkan. Masalahnya bisa karena hal sepele, kurang perhatian dan perawatan. 

Pada aki mobil misalnya, meski usianya bisa beberapa tahun, tetapi jika kurang perawatan umur pakainya jadi lebih cepat. Sebenarnya tak sulit merawat aki, namun yang namanya lupa, kadang baru sadar setelah mesin tidak bisa distarter atau butuh waktu lama untuk menghidupkannya.

Jangan Disikat
Sebagai alat penyedia arus listrik untuk starter mesin, penerangan dan kelistrikan aksesori seperti sistem audio, alarm dan sebagainya, peran aki sangatlah penting. Juga untuk menstabilkan tegangan di kendaraan. Jika kurang dirawat, kerjanya tidak optimal dan bakal cepat rusak.

Untuk itu lakukan pengecekan air aki secara rutin. Tambah jika kurang. "Kalau merawatnya bagus, aki basah bisa sampai 3 tahun. Jaga posisi ketinggian air aki berada di batas indikator permukaan. Yaitu sampai tanda ‘upper level dan jangan sampai di bawah ‘lower level," jelas M. Aedi, kepala bengkel Tunas Toyota di Jln. Raya Kebayoran Lama No.38, Jakbar.

Jangan sampai kelebihan atau kekurangan. Apalagi sering habis, bisa berakibat sel (lempengan di dalam aki) jadi lemah. Yang tadinya 12V bisa turun, inilah yang sering disebut aki soak. Selain itu berat jenis airnya jadi tawar, tidak asam lagi karena tidak ada penghantar (air aki). Harusnya elemen itu kerendam.

Kendaraan yang dipakai sehari-hari, minimal dilihat sebulan sekali. Di lain hal, cek juga kepala aki, pastikan jepitannya masih kencang atau tidak longgar waktu digoyang-goyang.

 Battery Starter Tester dapat mengetahui kualitas aki kendaraan yang sedang dipakai
Jaga kebersihannya, apakah ada karat putih di seputar jepitan aki. "Cukup dengan disiram air panas, lalu olesi grease (gemuk) sedikit biar kepala aki tidak timbul karat putih lagi," lanjut pria murah senyum ini.

Ia tidak menyarankan dibersihkan pakai ampelas atau sikat kawat. Lama-lama bulat kepala aki bisa aus, pas saat dipasang jepitannya jadi tidak maksimal. Kalau sudah begitu, biasanya dipaksa seperti diganjal. Akibatnya pengisian arus juga kurang maksimal.

Untuk aki maintenance free (MF), perlakuannya sama saja, seperti dijaga korosinya. Jika terawat dapat tahan 3 tahun. Hanya bedanya tidak perlu diisi air aki lagi. Tetapi ada juga yang sudah pakai indikator, merah dan hijau. Kalu sudah merah, ya tanda mulai soak.

Jika ragu atau mengalami kenapa kemampuan akinya kurang maksimal, bisa periksa ke bengkel. Kalau di bengkel Toyota ada alat battery starter tester. Ini untuk mengetahui kondisi aki, apakah masih bagus, warning atau sudah soak.

"Di alat ini ada tanda hijau, kuning dan merah. Dengan menjepit ke terminal negatif dan positif aki diikuti memencet sebuah tombol selama 5 detik, dapat dilihat kondisi aki," terang Syam Mulyono, salah seorang teknisi.

 Jaga kebersihan kepala aki, bersihkan dari karat putih, tetapi jangan diampelas atau disikat
Lewat battery tester, juga dapat dipantau bagaimana pengisiannya, apakah overcharging. Lalu lanjutkan dengan tes pakai hydrometer buat mengetahui berat jenis airnya, apakah masih sesuai keasaman strandar atau sudah mulai tawar.

Buat kondisi darurat (tanpa alat tes dan dilakukan sendiri), bisa dengan cara mencabut kabel terminal negatif saat mesin hidup. Kalau mati, berarti alternatornya yang sudah jelek. "Pemilik mobil harus hati-hati, kadang ada bengkel bilang akinya mesti diganti, padahal masih bagus dan yang rusak alternatornya," tutur Syam.

Disarankan mobil dibawa ke bengkel untuk diperiksa kondisi akinya. Selain lebih ahli, mereka juga punya perlataan lengkap.