Sistem Karburator

Pada karburator tipe dua barrel, udara dan bensin di campur dalam barrel tunggal (ruang venturi) bila beban mesin ringan, yaitu pada pengendaraan dengan kecepatan rendah dan menengah. Tetapi pada beban mesin yang berat atau pun pada kecepatan tinggi, udara dan bensin di campur ke dalam kedua barrel.

Karburator memanfaatkan tekanan negatif venturi untuk menyemprotkan campuran gas yang diperlukan, melalui nozzle utama ke dalam manifold hisap. Karburator terdiri dari venturi yang mendeteksi aliran udara, ruang pelampung yang mengukur jumlah bensin, nozzle, katup throttle dan komponen lain yang digunakan untuk mengatur tekanan udara masuk.

Bensin dialirkan dari pompa bensin, titampung sementara di dalam ruang pelampung yang diatur oleh pelampung dalam jumlah yang konstan. Pada proses langkah hisap mesin yaitu pada saat piston bergerak di dalam silinder, udara di dalam ruangan menjadi tipis. Hal ini mengakibatkan mengalirnya udara ke dalam silinder dari saringan udara melalui karburator dan manifold.

Kecepatan udara meningkat pada saat melalui bagian yang menyempit dari corong udara yaitu venturi. Tekanan menurun di bagian ini dan menyebabkan bensin disemprotkan melalui jet dari nozzle utama.

Jumlah bensin yang disemprotkan, terutama ditentukan oleh pembukaan katup throttle aliran udara masuk dan tekanan negatif dari venturi bensin yang disemprotkan, dihamburkan oleh aliran udara dengan kecepatan tinggi dan diuapkan. Selanjutnya campuran gas ini dimasukkan ke dalam manifold hisap.

Sistem Pelampung

Sistem pelampung bukan hanya menampung sementara bensin yang dikirimkan oleh pompa bensin, tetapi berfungsi pula mempertahankan jumlah penampungan bensin (ketinggian bensin) pada kondisi yang konstan.

Sistem Kecepatan Rendah Primer

Sistem kecepatan rendah primer berfungsi untuk suplai bensin dlam kecepatan rendah yaitu bila katup throttle hanya terbuka sedikit.

Katup Solenoid

Bila mesin berputar terus menerus setelah ignition switch diputar ke posisi “OFF”, ini dinamakan “dieseling”. Dieseling disebabkan oleh campuran udara bahan bakar yang dibakar oleh panas yang berlebihan dari busi atau katup gas buang, atau carbon deposit di dalam ruang bakar.

Salah satu cara untuk mencegah dieseling adalah menghentikan supply bahan bakar ke karburator (idle port) atau memperbanyak udara masuk ke intake manifold (mengurangi perbandingan udara bahan bakar).

Pada umumnya sekarang dipakai cara menggunakan katup solenoid.

Cara Kerja:
Pemutaran kunci kontak pada pposisi OFF, akan menutup katup solenoid dan menghentikan suplai bensin ke sirkuit kecepatan rendah. Dan pemutaran kunci kontak ke posisi ON menyebabkan adanya aliran arus melalui kumparan katup solenoid, sehingga katup solenoid terbuka dan memberikan suplai bensin ke sirkuit kecepatan rendah.

Catatan:
Bila katup solenoid tidak membuka, mesin dapat di start tetapi tidak dapat berputar/stationer.

Sistem Putaran Tinggi Primer

Sistem kecepatan tinggi primer, adalah sistem yang paling sering dioperasikan, dimana tekanan negatif yang ditimbulkan oleh aliran udara melalui venturi dimanfaatkan untuk menghisap bensin keluar. Sistem ini bekerja untuk mencampur bensin bagi tingkat kecepatan yang luas, sehingga sangat berpengaruh terhadap kemampuan karburator. Sistem kecepatan tinggi dirancang untuk membuat rasio campuran yang ekonomis. Namun bila diperlukan tenaga yang lebih besar disediakan pula sistem bantu, misalnya sistem akselerasi atau power sistem.

Sistem Putaran Rendah Sekunder

Aliran melalui venturi pada sisi sekunder adalah rendah, bila katup throttle sekunder hanya terbuka sedikit, sehingga tidak ada bensin yang disemprotkan melalui nozzle utama sekunder. Hanya udara saja yang dihisap melalui sisi sekunder. Selama campuran gas kurus, berarti sistem kecepatan rendah sekunder tidak bekerja.

Sistem Putaran Tinggi Sekunder

Sistem kecepatan tinggi primer bekerja hanya untuk kecepatan yang rendah yaitu bila hanya sedikit saja jumlah udara yang dihisap masuk. Tetapi, selama diperlukan tenaga medium atau besar, yaitu bila sejumlah besarudara dihisap masuk, maka sisi kecepatan tinggi primer tidak cukup memberikan suplai campuran bensin. Oleh karena itu katup throttle pada sisi sekunder terbuka dan mengakibatkan kedua sistem kecepatan tinggi bekerja. Konstruksi sistem kecepatan tinggi sekunder sama halnya dengan sistem kecepatan tinggi primer. Namun, karena sistem kecepatan tinggi sekunder digunakan pada saat mesin menghasilkan tenaga yang lebih besar, maka sistem kecepatan tinggi sekunder dirancang dengan nozzle venturi dan jet utama yang lebih besar dibanding pada sisi primer.

Sistem Power

Sistem putaran tinggi primer dirancang untuk penggunaan bahan bakar secara ekonomis. Namun, saat output mesin diperbesar jumlah volume bahan bakar yang diperlukan menjadi lebih besar dari yang diberikan pada sistem putaran tinggi primer. Ekstra bahan bakar yang diperlukan untuk output yang besar disuplai melalui sistem power ayng memberikan campuran gas yang gemuk pada sistem putaran tinggi.

Sistem Akselerasi

Dalam pengendaraan yang normal, bila diperlukan penambahan tenaga mesin, maka pedal gas ditekan dengan tiba-tiba dan pada saat itu karburator menghasilkan campuran yang pekat bagi bensin. Tetapi walaupun jumlah udara yang masuk bertambah segera pada saat katup throttle terbuka, campuran gas untuk sementara menjadi kurus oleh karena berat bensin yang lebih besar dibanding berat udara. Maka sistem akselerasi dipasangkan untuk mencegah terjadinya keterlambatan suplai campuran gas yang pekat selama akselerasi.

Sistem Cuk

Sistem cuk akan membuat mesin lebih mudah di start, pada saat temperatur masih rendah. Pada saat ini, kecepatan putaran yang lebih rendah menghasilkan tekanan negatif yang lebih rendah pula, sehingga mengurai jumlah bensin yang disuplai. Tambahan pula oleh karena dinding manifold hisap masih dingin, pembentukan gas dari bensin menjadi lebih buruk dan campuran gas yang masuk ke dalam ruang bakar menjadi tipis, sehingga mesin sulit start. Sistem cuk memberikan campuran gas yang pekat ke dalam manifold hisap, untuk mengatasi problem ini.

Saringan Bensin

Bensin yang digunakan, mangandung sejumlah kecil debu dan kelembaban. Bila dibiarkan melewati saluran yang kecil dalam karburator atau jet nozzle, kontaminasi tersebut dapat segera menyumbatnya, sehingga mesin dapat tersendat. Saringan bensin dirancang untuk membuang debu dan kelembaban dari bensin. Bensin dialirkan melalui elemen di dalam saringan. Elemen ini memperlambat aliran, sehingga kelembaban dan partikel-partikel lain dapat dipisahkan. Kotoran-kotoran yang lebih ringan, disaring oleh elemen saringan. Saringan bensin adalah sistem cartridge, sehingga memungkinkan penggantian dalam rakitan, tanpa perlu pembongkaran. Filter semi transparan juga mempermudah pemeriksaan, pelepasan dan pemasangan kembali.

Pompa Bensin

Pompa bensin memompanya dari tangki bensin dan mengirimnya ke karburator. Pompa pada mesin ini adalah tipe mekanis (tipe diapragma) yang digerakkan langsung oleh poros kam. Pompa tipe diapragma, menggunakan diapragma yang bergerak naik turun di dalam ruang pompa. Sebuah katup dipasang pada satu sisi ruang pompa berlawanan arah kerja. Gerakan naik turun diapragma, menimbulkan aksi pemompaan.

Electric Power Steering EPS

Teknologi memang memberi kemudahan bagi pengguna kendaraan. Termasuk fitur electric power steering (EPS) yang kian menggeser posisi jenis hidraulis. Di era 1990-an, fitur power steering hanya hadir pada mobil-mobil mewah yang beredar di Indonesia. Atau menjadi fitur tambahan pada mobil yang lebih terjangkau. Kala itu, sistem power steering yang digunakan adalah jenis hidraulis.



Namun beberapa tahun belakangan ini, produsen kendaraan melakukan pengembangan sistem yang membantu meringankan putaran kemudi itu. Honda Motor Co., menjadi pabrikan mobil pertama yang mengembangkan dan menggunakan Electric Power Steering (EPS) untuk mobil massalnya yakni pada Honda Acura NSX pada 1993.

Tujuannya meningkatkan efisiensi kerja kendaraan dengan melakukan perubahan proses kerja power steering. Perubahan ini mengalihkan sistem hidraulis ke elektrik.
Alasannya sederhana. Sistem power steering hidraulis memperbesar konsumsi bbm kendaraan. Kebutuhan energi untuk sistem itu dalam beroperasi, lebih besar dari penggunaan AC mobil. Malah sistem hidraulis berada pada posisi ketiga untuk kerugian mekanis yang dialami mobil ketika bergerak. Posisinya di bawah kerugian akibat hambatan udara dan gesekan dengan jalan.

Nah, power steering yang proses kerjanya dibantu arus listrik ini dapat mereduksi pemakaian energi kendaraan yang tidak perlu. Namun memang saat ini belum semua mobil baru yang beredar telah menggunakan power steering elektrik (EPS). Tapi teknologi ini akan menjadi tujuan untuk digunakan semua kendaraan yang beredar di masa datang.
Meningkatkan fungsi EPS dapat memberi nilai ekonomis lebih baik pada kendaraan dan efeknya selanjutnya adalah penghematan biaya operasional. Selain meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga 8%, konstruksi sistem kemudi juga menjadi lebih simpel, ringan dan mudah dipasang.
Dengan begitu dapat mereduksi penggunaan ruang. Pasalnya pompa hidraulis, puli, belt untuk menggerakan pompa, slang pompa ke rumah setir dan pelumas fluida beserta tabungnya seperti yang digunakan sistem power steering hidraulis bisa dieliminasi. EPS juga meminimalisasi perawatan dan potensi kerusakan.

Perputaran setir pun lebih presisi dan responsif karena sistem dapat mengatur besarnya bantuan yang diberikan dan tanpa bising. Terlebih sistem ini juga bisa dikoneksikan dengan fitur elektrik lainnya. Sehingga dapat memberi kesatuan fungsi yang lebih tinggi nilainya. Semisal untuk fungsi safety, performa maupun kenyamanan. Seperti Vehicle Stability Control (VSC), Park Assist, dan lainnya.
Apa saja komponennya?

Umumnya sistem Electric Power Steering (EPS) menggunakan beberapa perangkat elektronik yang sama, seperti:

1. Control Module: Sebagai komputer untuk mengatur kerja EPS.
2. Motor elektrik: Bertugas langsung membantu meringankan perputaran setir.
3. Vehicle Speed Sensor: Terletak di girboks dan bertugas memberitahu control module tentang kecepatan mobil.
4. Torque Sensor: Berada di kolom setir dengan tugas memberi informasi ke control module jika setir mulai diputar oleh pengemudi.
5. Clutch: Kopling ini ada di antara motor dan batang setir. Tugasnya untuk menghubungkan dan melepaskan motor dengan batang setir sesuai kondisi.
6. Noise Suppressor: Bertindak sebagai sensor yang mendeteksi mesin sedang bekerja atau tidak.
7. On-board Diagnostic Display: berupa indikator di panel instrumen yang akan menyala jika ada masalah sengan sistem EPS.

Bagaimana cara kerjanya?
Setelah kunci diputar ke posisi ON, Control Module memperoleh arus listrik untuk kondisi stand-by. Seketika itu pula, indikator EPS pada panel instrumen menyala. Begitu mesin hidup, maka Noise Suppressor segera menginformasikan pada Control Module untuk mengaktifkan motor listrik dan clutch pun langsung menghubungkan motor dengan batang setir.

Salah satu sensor yang terletak pada steering rack bertugas memberi informasi pada Control Module ketika setir mulai diputar. Disebut Torque Sensor, ia akan mengirimkan informasi tentang sejauh apa setir diputar dan seberapa cepat putarannya.
Dengan dua informasi itu, Control Module segera mengirim arus listrik sesuai yang dibutuhkan ke motor listrik untuk memutar gigi kemudi. Dengan begitu proses memutar setir menjadi ringan.

Vehicle Speed Sensor bertugas begitu mobil mulai melaju. Sensor ini menyediakan informasi bagi control module tentang kecepatan kendaraan. Pada kecepatan tinggi, umumnya dimulai sejak 80 km/jam, motor elektrik akan dinonaktifkan oleh Control Module. Dengan begitu setir menjadi lebih berat sehingga meningkatkan safety. Jadi sistem EPS ini mengatur besarnya arus listrik yang dialirkan ke motor listrik hanya sesuai kebutuhan saja.

Selain mengatur kerja motor elektrik berdasarkan informasi dari sensor, Control Module juga mendeteksi jika ada malfungsi pada sistem EPS. Lampu indikator EPS pada panel instrumen akan menyala berkedip tertentu andai terjadi kerusakan.
Selanjutnya ia juga menonaktifkan motor elektrik dan clutch akan melepas hubungan motor dengan batang setir. Namun karena sistem kemudi yang dilengkapi EPS ini masih terhubung dengan setir via batang baja, maka mobil masih dimungkinkan untuk dikemudikan. Walau memutar setir akan terasa berat seperti kemudi tanpa power steering.


sumber: SRIPOKU.com

Menghidupkan mesin dan Menjalankan mobil untuk pemula

Untuk para pemilik/pengguna yang memang baru memiliki dan baru belajar mengendarai Karimun :

Sebelum Menstarter, biasakan untuk :
1. Memastikanbahwa rem tangan dalam keadaan ditarik
2. Tuas transmisi pada posisi netral, tekan pedal kopling, kemudian start

Peringatan :

- Sebelum menghidupkan mesin, netralkan tuas transmisi dan tarik rem tangan
- Hentikan menstarter setelah mesin hidup jika tidak akan merusak sistem starter
- Jangan menstarter lebih dari 15 detik, tunggu beberapa saat untuk menstarter lagi

Menstarter Dalam Keadaan Mesin Dingin :


- Injak pedal gas beberapa kali sebelum menstarter
- Start mesin sambil menginjak pedal gas
- Jika mesin masih sulit hidup, tunggu beberapa saat lalu start kembali tanpa menginjak pedal gas
- Jika masih tetap sulit hidup, start mesin dengan menginjak pedal gas secara penuh

Menjalankan kendaraan :


Untuk memulia menjalankan kendaraan, tekan pedal kopling dan gerakkan tuas transmisi ke posisi gigi 1, setelah itu turunkan rem tangan

Selanjutnya lepaskan pedal kopling sedikit demi sedikit secara perlahan sambil menekan pedal gas, setelah kendaraan bergerak maju lepaskan segera pedal kopling

Pemindahan Gigi :

Semua gigi maju dilengkapi dengan synchronized sehingga memudahkan saat perpindahan gigi, tekanlah selalu pedal kopling sebelum memindahkan gigi

Kecepatan maksimum perpindahan gigi :
Gigi 1 : 45 km/jam
Gigi 2 : 85 km/jam
Gigi 3 : 130 km/jam
Gigi 4 : Kecepatan Maksimum

Peringatan/Perhatian :

Peringatan :


Pada kondisi jalan menurun, kurangi kecepatan dan pindahkan transmisi ke gigi yg lebih rendah
Pada kondisi jalan licin kurangi kecepatan sebelum memindahkan tuas transmisi ke gigi yang lebih rendah, bila kecepatan tidak dikurangi dapat menyebabkan kehilangan kontrol/kendali saat terjadi slip
Sebelum memindahkan tuas transmisi ke gigi mundur kendaraan harus benar-benar berhenti

Perhatian :

- Jangan meletakkan kaki pada pedal kopling saat kendaraan berjalan
- Jangan menggunakan kopling untuk menahan kendaraan pada kondisi menanjak (gunakan rem tangan)
- Tekan penuh pedal kopling saat memindahkan tuas transmisi

Hanya sekedar mengingatkan kembali pentingnya mempelajari manual book yg anda miliki

Kopling Suzuki Karimun Masalah dan Solusi

1. Susah masuk gigi persneling baik saat mesin dimatikan maupun di hidupkan : hal ini berarti terdapat kesalahan pada sistem mekanik pengoper gigi hal ini dapat berupa tongkat yang sudah oblak, sift cable atau kabel gigi yang sudah rusak atau putus atau mekanisme pengoper gigi didalam gearbox.

2. Kopling susah masuk gigi hanya pada saat mesin di hidupkan atau dinyalakan, namun mudah jika mesin dimatikan : dalam hal ini ada 2 kemungkinan kerusakan yang pertama adalah Kerusakan terjadi pada mekanisme pendorong clutch release bearing yaitu : master kopling atas bawah, atau kabel kopling yang masih menggunakan kabel, Fork/garpu kopling retak, bushing fork dan atau clutch release bearing atau drek lahar itu sendiri. Kemungkinan yang kedua adalah kerusakan terjadi pada Clutch cover atau dekrup, biasanya ada ciri2 tambahan jika kerusakan terjadi pada dekrup anda yaitu biasanya akan lebih susah masuk gigi lagi setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh atau kondisi dekrup sudah panas, gigi akan semakin susah di pindahkan.

3. Kopling bergetar saat pertama mau jalan : 90% hal ini terjadi karena penggunaan Clutch disc atau plat kopling yang kurang bagus (pantekan atau imitasi murahan), 10% fly wheel bergelombang.

4. Suara mesin besar (rpm tinggi) tapi mobil ga mau lari (acceleration kurang) : 80% hal ini terjadi karena platkopling anda sudah tipis, dan lebih parah lagi akan timbul bau "sangit" ketika kita memaksa untuk accelerasi. 20% Fly wheel aus atau "legok" hal ini biasanya terjadi karena penggunaan plat kopling yang kurang bagus bahanya (imitasi).

5. Terdengar suara2 dari transmisi : ada beberapa jenis suara yang mungkin timbul dalam transmisi antaralain :
a. Bunyi Clutch release Bearing = bunyi dari drek lahar ini akan terdengar ketika kita menginjak kopling saat mesin hidup, dan akan hilang suaranya ketika kita melepas kopling.

b. Bunyi Pilot bearing = Akan terdengar saat mesin dihidupkan meskipun kita menginjak kopling atau tidak.

c. Bunyi pada saat jalan = jika kedua bunyi diatas dapat didengar tanpa pergerakan kendaraan, jenis bunyi yang ketiga ini hanya dapat didengar pada saat kendaraan melakukan pergerakan. Bunyi ini berasal dari bearing didalam gearbox anda.

d. Bunyi mendesing pada gigi tertentu = hal ini terjadi karena terdapat kerusakan pada pasangan gigi yang bunyi tersebut kemungkinan gigi sudah aus atau rompal sehingga memberikan rongga udara yang dapat menimbulkan bunyi mendesing.

Salah satu masalah yang sering timbul pada transmisi manual kendaraan adalah susahnya perpindahan gigi dilakukan atau bahasa awamnya gigi susah masuk...


Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar kita bisa menganalisa sumber penyakit tersebut :

1. Kapan gigi tersebut susah berpindah :
a Saat mesin hidup saja ...
b Saat mesin mati dan hidup
c Saat mesin hidup dan sudah menempuh perjalanan panjang...(lebih dari10km)

2. Gigi berapa saja yang susah berpindah :
a Semua gigi
b Hanya gigi terentu saja.

3. Apakah ada bunyi-bunyi tertentu saat terjadi susah pindah gigi.....hal ini berguna sebagai informasi tambahan untuk menelusuri masalah transmisi yang sedang terjadi.

Nah jika sudah diperhatikan gejala2 di atas maka dapat dilakukan smart guessing sumber masalah transmisi anda...

1. Jika 1.a dan 2.a maka kemungkinan kerusakan adalah :
- Clutch cover atau matahari sudah lemah
- Master kopling bocor atau kabel kopling kurang setel
- Masalah di garpu kopling atau drek lahar atau mekanisme penekan clucth cover yang lain.

2. Jika 1.a dan 2.b maka kemungkinan kerusakan adalah :
- gigi syncronize gigi tertentu sudah aus
- key syncronize gigi tertentu sudah aus sehingga tidak pada tempatnya lagi
- Mekanismen pengoper didalam gearbox transmisi tidak berfungsi dengan benar

3. Jika 1.b dan 2.a maka kemungkinan kerusakan adalah :
- Mekanisme pemindah gigi dapat berupa tongkat yang aus, bushing tongkat yang sudah aus, kabel gigi yang sudah putus dll. Yang berhubungan dengan mekanisme pengoper.

4. Jika 1.b dan 2.b maka kemungkinan kerusakan adalah :
- Mekanisme pemindah gigi dapat berupa tongkat yang aus, bushingtongkat yang sudah aus, kabel gigi yang sudah putus dll. Yang berhubungan dengan mekanisme pengoper.
- key syncronize gigi tertentu sudah aus sehingga tidak pada tempatnya lagi
- Mekanismen pengoper didalam gearbox transmisi tidak berfungsi dengan benar

5. Jika 1.c dan 2.a maka kemungkinan kerusakan adalah :
- Dekrup atau clutch cover telah melemah..terlebih lagi jika telah menempuh perjalanan jauh sehingga panas..dengan semakin panas maka kemampuan pegas nya berkurang sehingga tidak dapat bekerja sebagaimana mustinya.

Kopling sebaiknya diganti 1 set, karena jika komponen lain tidak diganti akan menjadi masalah yang berkepanjangan.
komponen yang diganti :
1. Plat Kopling (600.000)
2. Dekrup / Plat matahari (500.000)
3. Bearing / Laher Shift Lever Fork (bearing tuas penekan plat kopling) (250.000)

Penyebab Kurang Pakemnya Rem Belakang Suzuki karimun

Penyakit yang sering dihinggapi ketika musim hujan dan suzuki karimun sering dipergunakan untuk menerabas genangan air. Wheel cylinder macet karet kotoran2 mengotori silinder/menerobos seal, akibatnya kampas rem tidak berfungsi untuk menjepit tromol, salah satu cara yang paling mudah untuk mendeteksinya adalah....kampas rem belakang (brakeshoe) baru ganti atau masih tebal tapi tarik handrem mobil masih bergerak. Jika memang bermasalah, segera ganti! 

Rem = Nyawa!!!

Jika belum tahu seperti apa sebenarnya bentuk Wheel Cylinder, bisa dilihat di bawah ini :







Jika menggunakan part SGP harganya 300- 350 ribu/pc, gunakan saja merk Sanyco seharga 75 - 100 rb....sisanya bisa buat beli gorengan buat konsumsi NSSMerk Sanyco :



Macetnya wheel cylinder ini akan segera terobati tapi lain halnya jika anda pemakai Karimun Estilo (MM) atau New Karimun Estilo (NKE), karena sampai artikel ini saya tulis part tsb belum tersedia untuk MM maupun untuk NKE. Jadi solusi yang sering kita pakai adalah mengganti part asli tsb menggunakan part copotan mobil lain....alhamdulillah masalah teratasi


Semoga bermanfaat
(unggul.pri@gmail.com)

Joint with us at facebook "NSS Bekasi" 

x

Engine Brake Tepat Bikin Hemat BBM

Dalam berkendara roda empat terkadang kita sering melakukan pengereman dengan memanfaatkan kekuatan mesin atau disebut dengan engine braking, dengan dalih untuk menghemat kanvas rem.

Namun, apakah akibat pada mesin bila pengendara sering melakukan engine braking dan bagaimana dengan kabar borosnya bahan bakar jika sering melakukan engine braking .

Untuk diketahui, dalam pengoperasian engine braking tidak boleh sembarangan.

Oleh karena itu perlu dipahami cara-cara yang benar agar pengereman menggunakan engine braking berlangsung dengan sempurna dan tidak merusak mesin kendaraan serta menghemat bahan bakar.

"Untuk penggunaan engine braking sebenarnya dalam jangka waktu lama tidak akan merusak mesin, dan bila tahu caranya maka akan menghemat BBM," kata Mekanik OtoRoda Rudi Suryadi ketika dihubungi detikOto, Selasa (5/5/09).

Menurutnya, penggunaan engine braking tidak masalah asal diimbangi cara yang baik dan dengan teknik serta didukung perawatan yang berkala.

Manfaat engine braking juga sangat berguna bagi pengendalian saat kendaraan mengalami slip, karena mobil menjadi lebih gampang dikendalikan. Hasilnya, gerak kendaraan yang melambat tentu lebih mudah dikontrol atau dikendalikan melalui lingkar kemudi. "Tetapi itu butuh teknik dan perawatan," tegasnya.

Untuk itu, Rudi dari OtoRoda yang terletak di jalan IR. H Juanda No. 84 Ciputat, Tangerang ingin berbagi tips kepada pembaca detikOto.

Misalnya pada mobil bertransmisi manual. Bila tuas transmisi sedang berada pada posisi gear lima janganlah langsung memindahkannya ke posisi gear tiga.

Sebaiknya perpindahan gear dilakukan secara teratur, misalnya dari posisi kelima lalu keempat kemudian ketiga dan seterusnya.

Hal ini juga bisa menghemat bahan bakar. Untuk itu, jaga agar RPM berada di bawah 3.000 RPM. Apabila jarum RPM akan melewati 4.000 RPM, segeralah pindahkan tuas gear ke posisi bawah.

Perhatikan saat melakukan engine braking adalah menyeimbangkan penekanan pada pedal rem. Jangan menginjak pedal rem terlalu keras atau terlampau lembut. Intinya, kombinasi saat engine braking dengan pengereman.

Periksa kampas rem mobil. Kebanyakan pengguna tidak sadar jika kampas rem kendaraannya habis. Padahal, kampas yang membantu kerja engine braking juga turut tergerus disc, bukannya tidak.

Untuk mobil bertransmisi otomatis, engine brake juga dapat dilakukan. Terutama ketika melewati jalanan menurun. Caranya, pindahkan tuas transmisi dari posisi "D" ke posisi "2".

Jika masih kurang terasa efek pengeremannya, pindahkan tuas transmisi ke angka "1". Namun hati-hati, bila salah penerapannya pedal rem akan terasa bergetar. Hal ini terjadi akibat fungsi cakram pada roda depan bekerja tidak merata.

What can you do to increase your cars Horsepower

Some simple and some complex ways to increase your cars horsepower.

Simple Horsepower Modifications:

1. Reduce the cars weight. Do not store anything in trunk, change your steel hood to an aluminum one (if available), or better yet a carbon fiber hood. If these are not an option, you can excise some extra metal underneath the hood.Using lighter aluminum rims instead of steels one will help as well.

2. Change that exhaust system. Any leaks in the exhaust will reduce horsepower.
Removing the catalytic converter and straigh piping the exhaust will increase the horsepower of your vehicle. Replace or modify the exhaust header. If you need more horsepower above 6000 rpm, an aftermarket header can provide another 3-4 peak HP. Useless unless cat-back exhaust upgrade done first.

3. Change that stock air filter to a perfomance air filter such as K&N.
Let air come in more easily - As a piston moves down in the intake stroke, air resistance can rob power from the engine. Some newer cars are using polished intake manifolds toeliminate air resistance there. Bigger air filters and reduced intake piping can also improve air flow.

4. Reprogramming the ECU. You can also add a chip. Some people
have argued that the horsepower chip does not increase HP, but others
have said they have had remarkable results with these chips.

5. Boost your octane.

6. Change your engine timing.

7. Replace the flowmeter in the intake tract. If you will be using the motor above 6000 rpm frequently this can provide another 5 or so peak HP.

The flowmeter is very restrictive and limits HP above 6000 rpm, replacing it eliminates the bottleneck. The OEM flowmeter flows 165 CFM while a bone stock 1.6 motor at 7200 rpm flows 178 CFM, this means that the OEM unit is undersized for high rpm usage, the change probably wont be noticed below 6000 rpm.

8. Shaving the head. Compression = power. Shaving the head .010" will increase the compression ratio about a /4 point. I dynod this and it was good for about 4 HP and 4 ft lbs of low rpm torque. It is very noticeable across the entire rpm range. (I dont know what the shaving limit is but I have not heard of anyone going beyond .025".

FYI, the shop manual limit is .008" for 1.6 and .004" for the 1.8). As long as you have the head off you might as well R&R the valve seats too. Cost about $250 if you remove and put it back on yourself.

9. Increase the compression ratio - Higher compression ratios produce more power, up to a point. The more you compress the air/fuel mixture, however, the more likely it is to spontaneously burst into flame (prior to the spark plug igniting it). Higher octane gasolines prevent this sort of early combustion. That is why high-performance cars generally need high octane gasoline - their engines are using higher compression ratios to get more power.

10. Increase displacement - More displacement means more power because you can burn more gas during each revolution of the engine. You can increase displacement by making the cylinders bigger.

11. Change Underdrive pullies - Usually consist of crankshaft and alternator pullies. These increase horsepower by reducing accessory drag. Pullies can benefit almost any engine, large or small. Installation is a snap, but there are a few disadvantages to underdrive pullies. Because the alternator is turning slower, it wont be able to produce the current needed to keep the battery charged when running at idle. If you leave your truck on idle for extended periods of time, you may want to only install the crankshaft pulley. An underdrive pulley set can add up to 15 horsepowerto your engine and can also improve fuel economy.

Complicated (and more expensive) Horsepower Mods.

1. Change the Ingition systems- Ignition Systems are also another source of added power. A performance iginition control can increase spark output over the whole power range. A complete ignition system upgrade should include new wires, and the spark plug gap may need to be increased to take advantage of performance ignition system. Older trucks usually benefit more than newer trucks. Although some truck owners experiemce little or no difference with a new ignition system, others find mild gains in fuel economy and power.

2. Turbo And Super Charger - To get maximum horsepower out of almost any engine, a supercharger or even a turbocharger system can be bolted on for an easy 40-50% increase in power, often adding 100 or more horsepower to a V8 engine.

Supercharging is available for most V8 engines, but there is a limited availability of bolt-on systems for V6 and four-cylinder engines. If a supercharger system is not available for your engine, you can try looking for a trubocharger system. Smaller engines can benefit from a turbo system.

Both superchargers and turbochargers work on the same basic princliple. They force-feeding your engine both air and fuel. An increased density of air and fuel in the combustion chamber of your engine means more power on ignition. It is a means to increase your engines compression ratio. The basic difference between superchrgers and turbochargers is that a supercharger is belt driven and relies on engine power to run. Turbochargers run off of exhaust pressure.
The most common type of supercharger, the Roots-type blower, compresses the air in the intake manifold.

Common examples include the B&M and Weiand supercharers. These systems work great, but the disadvantge is that the air discharge temperature is rather high, meaning that although the pressure inside the intake manifold is increased, the air is hotter and cant hold as many oxygen molecules.

The other type of superchargers are real compressors. They compress the air inside the supercharger unit. Common examples are Paxton, Vortech, and Whipple. These systems usually have lower air discharge temperatures compared to Roots-type superchargers. Superchargers are driven by a belt, which uses engine power to run, and although a supercharger may use about 10-20 percent of your engines power to run, the good news is that the overall engine output is up to 50 percent greater. There are a few things you should know when you looking for a supercharging system. Air dischrage temperature is a measure of the air as it exits the blower. A higher tempertaure means a lower density of oxygen and fuel.

Boost is the amount of pressure created by the supercharger. Put these two together and you get the superchargers efficiency. Dont be fooled by high boost levels, they do not necessarilly mean more power. In order to reach higher boost levels, the blower must turn at higher speed, and thus more heat is created. However, there is an answer to heat. Intercoolers can lower the intake temperature. But even intercoolers have a disadvantage: they reduces the amount of boost pressure.

Most supercharger systems produce a mild boost of 5-7 lbs, which can be handled easily by a relatively stock engine. If you have a little technical knowledge, you can perform the installation in your driveway in about a day. Before you add your supercharger, you will need to upgrade your exhaust with a minimum of a cat-back system. A set of headers and a high-flow catalytic converter are also reccomended. You should also use a low-temperature thermostat (160 degree), and an ignition system that will retard timing as the boost pressure rises. If youre not already using high octane gas, youll need to use at least 92 octane with your new supercharger system. Additional items such as high-flow fuel pumps and computer upgrades may also
be necessary, depending upon which supercharger you use.

3. Nitrous Oxide System - Nitrous oxide works by delivering high amounts of oxygen to your engine. Nitrous oxide is stored in high pressure tank at about 900 psi. At this pressure, nitrous oxide is in a liquid form. When it is released into an intake manifold at atmospheric pressure, it changes to a gas and expands, giving off high amounts of oxygen. As you add this boost of oxygen, you also get a lower manifold temperature because of the phase change of the nitrous oxide from a liquid to a gas. But too much oxygen can become a problem. High levels of oxygen alone will cause detonation and engine damage. To keep things safe, the ratio of air/fuel must be kept in check, so additional fuel must be delivered when the nitrous system is running. To keep enough fuel running into the engine, 3/8-inch fuel lines are a minimum, and a high-output fuel pump is also necessary.

A simple nitrous system consists of a plate that is installed between the fuel injection system (throttle body or carburetor) and the intake manifold. The plate injects both the nitrous and fuel when activated. Such a systems add a tremendous amount of power, somehwere in the range of 100-200 horsepower. These systems are safe as long as they are installed properly, designed by a reputiable manufacturer, and used with intelligence. It may be illegal to use nitrous oxide on your street-driven truck, check your local laws first. More complicated systems use individual nozzles, one per intake port. These systems deliver even more power, up to 350 horsepower, but they also require a highly modified engine.

If you really want the power, advanced systems can produce 25 lbs of boost pressure or more. But these systems expensive and require a specially designed engine that can handle a high compression ratio. For a simple boost, though, a mild system with 5-7 lbs. of boost should a lot to wake up your engine. Best of all, most superchargers are legal in most states, and some systems are legal in all 50 states.